Warga Kecamatan Leles Cianjur Harus Minum dan Mandi Pakai Air Sungai

Warga Cianjur alami kekeringan selama musim kemarau tahun ini.

CIANJUR – Warga di sejumlah desa di Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat hampir selama satu bulan gunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari karena sejumlah sumur dan kolam mengalami kekeringan akibat kemarau panjang.

“Sudah hampir satu bulan lebih, sejumlah sumur mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang, jadi warga terpaksa mengunakan air sungai untuk keperluan sehari-harinya,” kata Mistam warga Desa Sukajaya, Kecamatan Leles, Kamis, (18/09/2019)

Ia mengatakan warga terpaksa mengeluarkan uang dari kantongnya masing-masing untuk membeli solar guna menyalakan mesin untuk memompa air dari sungai ke bak penampungan.

“Setiap harinya, warga terpaksa harus mengantri giliran untuk dapat pasokan air yang disedot menggunakan selang sepanjang 500 meter dari Sungai Cisokan yang sudah mulai mengering,” kata dia.

Menurut dia, kegiatan tersebut dilakukan ribuan kepala keluarga yang tinggal di sepadan sungai yang membentang di wilayah tersebut.

“Agar semuanya mendapat jatah air setiap harinya, warga terpaksa menunggu giliran hingga malam, tergantung iuran warga untuk membeli bahan bakar solar untuk menyalakan pompa diesel,” katanya.

Hal yang sama diungkapkan Abah Herman (53) seorang warga lainnya menjelaskan, selepas magrib hingga tengah malam warga menunggu giliran untuk mendapatkan air untuk keperluan sehari-harinya.

“Setiap malamnya juga warga pun terpaksa harus mengadakan ronda untuk menjaga disel dibagian bawah dan perkampungan serta menjaga selang tidak lepas saat mesin menyedot air dalam sungai,” katanya.

Dia dan ribuan kepala keluarga di wilayah tersebut berharap dinas terkait dapat mencarikan solusi ketika musim kemarau tiba, dengan membangun sumur bor atau membangun embung di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.

“Hingga saat ini bantuan tangki air belum ada, setidaknya pemerintah dapat membuatkan sumur bor untuk warga disejumlah desa yang terdampak kekeringan,” pungkasnya. (zie/naz)

Baca juga

Leave a Comment