Diduga Melanggar UU Pemilu, Kades di Cianjur Terancam Pidana

Tatang Sumarna

CIANJUR-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cianjur, menemukan dugaan pelanggaran netralitas yang dilakukan salah seorang kepala desa berinisial AM. Hal itu pun membuat terduga terancam hukuman pidana.

“Dia adalah Kepala Desa Pusakasari, Kecamatan Leles, Cianjur. AM terbukti bersalah katena telah merekam video percakapan mendukung salah satu calon, kemudian video itu di sebar di media sosial di Facebook dan grup WhatsApp,” ujar Koordinator Divisi Penanganan dan Pelangga­ran Bawaslu Cianjur, Tatang Sumarna, Selasa (20/10/2020).

Menurut Tatang hal tersebut dinilai menguntungkan dan merugikan salah satu calon yang dimana AM merupakan seorang kepala desa diwajibkan netral dalam setiap pemilihan.



“Ketika guyonan itu di tranmisikna ke media sosial tentu ini akan berdampak menguntungkan dan merugikan bagi calon. Menguntungkan bagi calon yang kebetulan dalam video itu didukung dan merugikan untuk pasangan calon yang lain,” ucapnya.

Untuk pelanggarannya sendiri, lanjut Tatang, AM melanggar pasal 71 ayat 1 UU Nomor 10 tentang Pemilu tahun 2016 dengan ancaman minimal satu bulan penjara dan maksimal 6 bulan penjara.

“Hari ini kami limpahkan berkasnya ke penyidik. Dipanggilnya kapan dan di mana itu ranahnya penyidik,” katanya.(wan/zak)

Baca juga

Leave a Comment