Viral Pengendara ‘Ribut’ dengan Polisi di Cianjur

Video yang memperlihatkan seorang pria yang berdebat dengan anggota satlantas Polres Cianjur, karena diberhentikan.

CIANJUR – Seorang pria yang berdebat dengan anggota Satlantas Polres Cianjur, di Jalan Dr. Muwardi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat viral di media sosial. Diduga percekcokan tersebut disebabkan pengemudi yang tidak menerima arahan petugas. Kemarin (23/9/2019).

Dalam video berdurasi sekitar 1.57 menit itu langsung menunjukan suasana perdebatan antara pengemudi dan petugas. Pengemudi tampak dengan nada sedikit tinggi meminta petugas menyebutkan aturan kaitan penindakan oleh pihak kepolisian.

Bahkan seorang pria tersebut mempertanyakan surat keterangan terkait agenda operasi gabungan tersebut, dan meminta penjelasan soal agenda tersebut.

Namun pada akhirnya, seorang perwira dari kepolisian berusaha menenangkan dan berdiskusi dengan pengemudi tersebut didampingi oleh pegawai dari Dispenda Provinsi Jawa Barat.

Diketahui pengemudi mobil Daihatsu Xenia bernopol F 1456 YE diketahui bernama Shalatuddin, salah seorang advokat di Posbakum Pengadilan Negeri Cianjur.

Saat dimintai konfrimasi melalui telepon selular, Shalatuddin mengaku pada awalnya dia kooperatif dengan petugas yang memberhentikannya saat melintas di Jalan Dr Muwardi. Termasuk memberikan surat-surat kendaraan dan SIM untuk diperiksa.

“Saya kan mau ke Posbakum PN Cianjur, lewat bundaran tugu gentur untuk memutar. Kemudian diberhentikan oleh petugas, saya tunjukan surat-surat termasuk SIM,” kata dia.

Namun, dia mengaku mulai tidak terima dengan perlakuan petugas lantaran STNK-nya diberikan pada petugas lain, dengan alasan pajak kendaraan yang terlambat dibayarkan.

“Sebenarnya tidak ada masalah, namun terlambat membayar pajak kendaraan, Tapi itu bukan berarti kewenangan dari polisi. Itu ranahnya Dinas Pajak,” ucapnya

Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polres Cianjur, Iptu Yudistira, menjelaskan, kegiatan operasi tersebut merupakan agenda operasi gabungan untuk menjaring Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) yang sudah digelar sejak lima hari lalu.

“Kegiatan ini digelar selama sepekan, hari ini merupakan hari keenam, melibatkan Dishub, Dispenda Jabar, dan Satlantas Polres Cianjur,” kata dia.

Menurutnya, saat petugas memeriksa STNK, didapati jika pajak kendaraan tahunan terlambat bayar. Hal itu juga membuat STNK dari kendaraan belum dilakukan pengesahan.

“Dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan pasal 288 ayat 1 junto pasal 70 ayat 2, dijelaskan jika setiap kendaraan harus dilengkapi surat kendaraan. STNK dan TNKB berlaku lima tahun sekali, setiap tahun melakukan pengesahan,” katanya.

Dia mengatakan, dengan tidak melakukan pengesahan tersebut secara otomatis STNK dari kendaraan tersebut belum memiliki legalitas formal, sehingga juga bisa ditindak oleh kepolisian.

“Kami juga jelaskan itu, termasuk mengarahkan agar langsung membayar pajak ke petugas Dispenda yang juga ada dalam operasi gabungan tersebut. Tapi katanya alasan belum ada untuk bayarnya,” kata dia.

“Kami mengimbau pengendara untuk lebih sadar dan kooferatif saat diingatkan oleh petugas, Kalau tidak ada pelanggaran dan kesalahan petugas tentunya akan mempersilakan pengendara untuk melanjutkan perjalannya,” pungkasnya. (zie/naz)

Baca juga

Leave a Comment