Ini Motif Penyebar Video Porno Guru SMK di Purwakarta

Ilustrasi

PURWAKARTA-Didasari rasa sakit hati karena hubungannya kandas dengan RJ, RIA yang menjadi salah satu pasangan pemeran pria dalam adegan porno guru SMK di Purwakarta itu nekad menyebar video mesumnya ke media sosial. RIA berharap dengan tindakannya itu RJ kembali kepelukannya.

Wadirkrimsus Polda Jabar, AKBP Hari Brata, dalam gelar perkara di Mapolda Jabar Jumat (20/9/2019) mengatakan, keduanya menjalin hubungan perselingkuhan sejak beberapa waktu lalu, diketahui mereka telah memiliki pasangan masing-masing atau menikah.

“Disebar ke forum group Facebook dengan alasan bahwa tersangka tidak rela ditinggalkan dan mengakhiri hubungannya, sehingga memotivasi tersangka untuk mengunggahnya,” terangnya.

Baca juga : Polda Jabar Ciduk Penyebar Video Porno Guru SMK di Purwakarta

Kepada penyidik, pria berinisial RIA tersebut merekam aksinya tanpa sepengetahuan pasangannya dan aksinya itu direkam di halaman parkir salah satu minimarket di Purwakarta pada bulan Juni 2019 lalu.

Polisi menetapkan RIA sebagai tersangka. Sementara pasangannya RJ, sejauh ini masih berstatus sebagai saksi Keduanya merupakan guru honorer di sebuah SMK di Purwakarta. RIA adalah guru mata pelajaran mesin otomotif, sedangkan RJ guru mata pelajaran Bahasa Inggris.

“TKP ada di Kabupaten Purwakarta, ketika merekam teman wanita tersangka tidak mengetahuinya dan direkam di dalam kendaraan roda empat atau mobil,” kata Hari.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan 45 ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) UU R1 No. 19 Tahun, 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca juga : Bejat, Seorang Ayah di Karawang Tega Hamili dan Jual Anak Kandung Sendiri Ke Lelaki Hidung Belang

“Ancaman hukuman penjara penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp2 miliar,” pungkas Hari.

Sementara, pihak sekolah SMK yang diduga tempat mengajar kedua pelaku asusila dalam video mesum tersebut hingga kini belum bisa dihubungi. Meski begitu, sempat beredar kabar jika salah satu pelaku sudah di berhentikan dari tempatnya mengajar satu bulan sebelum Polisi mengendus aksinya tersebut dengan pelanggaran kode etik. (wes/tif).

Baca juga

Leave a Comment