fbpx

Hingga Tiga Hari, Korban Tertimbun Longsor Belum Ditemukan

CIANJUR – Memasuki hari ketiga pencarian, Saepul alias Epul (40) yang menjadi korban tertimbun longsor di Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur belum ditemukan. Pecanarian oprartor mesin pelampung Galian C itu masih diteruskan.

Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Cianjur, Basarnas, dan TNI Polri terus melakukan pemasangan alat penyedot air dan lumpur untuk menguras kubangan air yang menutup lokasi tertimbunnya korban.

Kapolsek Warungkondang, AKP Gito mengatakan, proses pemasangan alat penyedot air yang di kirim dari Bogor itu cukup membutuhkan waktu.

Baca Juga: Kesulitan Cari Korban Tertimbun Longsor, Tim Gabungan Pinjam Alat Pompa Dari Bogor

“Alat penyedot air, kita turunkan dari Bogor untuk mempercepat pengeringan air di lokasi kejadian. Saat ini operator alat masih mencoba untuk merangkai alat dan akan langsung dipasang,” ujarnya, Rabu (4/12/2019).

Selain menerjunkan alat penyedot air, lanjut dia, petugas juga menerjunkan alat berat jenis backhoe untuk membuka jalan menuju bibir galian yang tergenang.

“Genangan air yang semakin tinggi menyulitkan proses pencarian korban di dasar kolam galian. Karena ketinggian air lebih dari 5 meter,” katanya.

Baca Juga: Gubernur Bakal Tindak Tegas Galian C Ilegal

Pihaknya berharap, semoga korban dapat segera diketemukan setelah genangan air mengering. Selain itu juga, evakuasi terkendala dengan kondisi korban tertimbun lumpur.

Diberitakan sebelumnya, Saepul (40) warga Kampung Cimanggu Desa Titisan Kecamatan Cimangkok Kabupaten Sukabumi tertimbun longsor saat bekerja di salah satu galian C sedalam 15 meter di Desa Cikahuripan Kecamatan Gekbrong.(zie/zak)

Baca juga

Leave a Comment