
Agus Siswantoro
CIANJUR – Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Cianjur baru bisa menyalurkan 20 persen Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari total 5000 ton kebutuhan untuk kabupaten/kota yang masuk wilayahnya, yaitu, Cianjur, Sukabumi, Bogor dan Depok.
Kepala Bulog Subdrive Cianjur, Agus Siswantoro menjelaskan, hingga November total penyaluran beras BNPT mencapai sekitar 1000 ton. Untuk Kabupaten Cianjur mencapai 600 ton, Sukabumi 200 ton, Bogor dan Depok sekitar 200 ton.
“Kebutuhan untuk di Kabupaten Cianjur mencapai 1.600 ton, kalo kebutuhan untuk seluruh Kabupaten/Kota yang dibawahi Bulog Subdivre Cianjut itu sekitar 5000 ton,” katanya, Jumat (6/12/2019).
Baca Juga: Diduga Banyak Calo E-KTP Incar Warga di Area Disdukcapil
Ia menjelaskan, penyaluran BPNT untuk Cianjur ada beberapa kecamatan yaitu Campaka, Campaka Mulya, Cianjur, Cibinong, Cidaun, Takokak, Sindangbarang, Sukanagara, Leles dan Karangtengah.
“Untuk kendala yang tengah dihadapi saat ini, masih terdapat wilayah yang belum disalurkan, karena semua wilayah kami komit untuk PO Bulog sesuai dengan intruksi Kemensos,” ucapnya.
Penyaluran BPNT kata dia, belum dapat disalurkan secara optimal, karena ada beberapa dostributor atau suplier tidak mengambil beras dari bulog sehingga hanya dapat tersalurkan sekitar 1000 ton.
Baca Juga: Merasa Dibohongi, Warga Demo PT Hanyoung Nux
“Saat ini ada enam agen distributor yang melakulan kerja sama dengan Bulog Subdivre Cianjur, namun hanya sebagaian saja yang mengambil mengambil beras dari kami, dan lebih memilih beras lokal,” tuturnya.
Pihaknya menambahkan, meskipun Kemesos telah mengeluarkan surat edaran terkait penyakuran BPNT dan hanya sebatas imbauan saja. Sehingga tidak mepengaruhi distributor tidak mengambil ke Bulog.
“Hingga saat ini memang belum ada sanksi buat distributor yang tidak mengambil beras ke bulog, dan itu juga bukalah wewenang kami,” tandasnya.(zie/zak)
