PT Senjaya Klaim Punya Utang ke Pemkab Karawang Hanya Rp400 Juta, Ini Faktanya

Komisi III DPRD Karawang saat sidak Pasar Johar.

KARAWANG-Pengelola Pasar Johar PT Senjaya Rezeki Mas mengklaim jika utangnya ke Pemkab Karawang paling kecil di antara pengelola pasar lainnya di Kabupaten Karawang.

Menurut Manager PT Senjaya, Novit Muhendar, bila dibanding dengan pengelola pasar lainnya seperti PT ALS dan Inconi, PT Senjaya masih terbilang lebih baik memberikan kontribusi atau pendapatan asli daerah (PAD) ke Pemkab Karawang.

“Kami memang masih punya utang tapi enggak terlalu besar, saat ini jujur saja masih punya utang Rp400 juta ke Pemkab Karawang,” ujarnya belum lama ini.

Baca juga : Wow! Dewan Desak Pemkab Karawang Tagih Piutang Sebesar Rp500 Miliar Lebih

Terpisah, anggota Komisi II DPRD Karawang, Natala Sumedha, menegaskan, utang PT Senjaya kepada Pemkab Karawang bukan Rp400 juta, melainkan Rp800 juta.

“Iya, utang PT Senjaya Rp800 juta,” ucapnya kepada Prasastijabar.com, melalui telepon selular, Jumat (6/12/2019).

Bahkan, belum lama ini Natala pernah merilis bahwa piutang Pemkab Karawang sebesar Rp500 miliar lebih tersebar di antaranya kerja sama pasar BOT (Build Operate Transfer) yang dilakukan sejak 2013 sampai 2019, yaitu dengan ALS, Celebes, Senjaya dan inconi, masih ada piutang dengan total Rp8,052 miliar yang belum ditagih. Adapun perinciannya, PT ALS Rp700 juta dan PT Celebes Rp2,6 miliar, keduanya mengelola Pasar Cikampek 1 yang sempat bersengketa.

Baca juga : Insiden Pasar Johar Berlanjut, Komisi III Tuding PT Senjaya Dusta Soal Klaim Kios H Opik

“Kemudian Pasar Johar yang dikelola oleh PT Senjaya juga masih menyisakan hutang kepada Pemkab Karawang sebesar Rp800 juta dan PT Inconi pengelola Pasar Cikampek 2 belum melunasi hutang sebesar Rp2,8 miliar,” sebutnya. (red).

Baca juga