
Karena krisis air bersih, warga terpaksa mengambil air di lubang dasar kolam untuk kebutuhan MCK
CIANJUR – Akibat kemarau panjang, sejak empat bulan lalu warga di tiga kampung di Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, mengalami krisis air bersih. Hingga kini warga tersebut belum mendapatkan bantuan air bersih. Tiga kampung tersebut adalah Kampung Pasir Panjang, Pasir Panjangwetan dan Pasir Panjangkulon.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih dalam sehari-harinya masyarakat terpaksa mencari sumber-sumber air baru, karena sumur, kolam dan bak-bak penampungan mengering sejak empat bulan terakhir.
“Meski beberapa kali sudah turun hujan, tapi sumur-sumur di rumah masih kering. Sedangkan untuk kegiatan (Mandi, Cuci dan Kakus) MCK, kami memanfaatkan air dari lubang-lubang tanah di dasar kolam yang sudah kering,” kata Kokom warga RT 03 RW 02 Kampung Pasir Panjangwetan, Rabu (20/11/2019).
Menurutnya, lubang yang terdapat di dasar kolam yang telah mengering tersebut telah ada sekitar empat tahun yang lalu. Awalnya lubang tersebut hanya ada satu, warga mengali kemabali jadi ada tiga lubang sumber air yang saat ini dimanfaatkan warga.
“Tidak hanyak warga setempat saja yang mengambil air dilubang tersebut, namun masyrakat dari kampung sekitar juga mengandalkan sumber air itu,” tuturnya
Senada, Onoy (49) menjelaskan, dalam sehari dirinya serta warga bisa mengangkut 5 hingga 10 ember berisi penuh air, Untuk kepeluan sehari-harinya.
“Jarak sumber air tersebut dari rumah saya, lumayan dekat jadi bisa mengangukut sampai 10 ember perhari. Sedangkan warga kampung lain mengambilnya dengan mengunakan motor, mulai dari pagi hingga malam hari terus bergiliran dengan warga lain,” ucapnya.
Kini warga dari tiga kampung itu berharap, pihak Pemkab Cianjur segera membuatkan sumur bor dan bantuan air bersih. Mereka mengaku telah mengajukan beberapa kali, namun hingga kini belum ada tanggapan.(zie/zak)
