
Ketua DPD PKS Karawang, Dedi Sudrajat.
KARAWANG-Meski belum meresmikan hubungan koalisi untuk kontestasi Pilkada Karawang 2020, tercium kabar hubungan Demokrat dan PKS merenggang, bahkan lebih jauh keduanya dikabarkan telah memutuskan untuk ‘bercerai’ sebelum meresmikan hubungan mereka di hadapan KPU Karawang. Dikabarkan pula setelah lepas dari Demokrat, PKS kin sedang menjalin pendekatan dengan Gerindra.
Dihubungi melalui telepon selular, Ketua DPD PKS Karawang, Dedi Sudrajat, membantah kabar tak sedap tersebut.
“Tidak betul kabar itu,” katanya kepada Prasastijabar.com, Rabu (20/11/2019) malam.
Namun Dedi secara diplomatis pun tidak memberi penegasan bila PKS masih sreg atau tidak dengan Demokrat. Begitu juga saat dikonfirmasi apakah PKS tetap konsisten atau tidak mengusung H Aep di Pilkada 2020.

Ajang Supandi
“Ya kita lihat di akhir perjalanan nanti,” ujarnya diplomatis.
Baca juga : Perkenalkan, Ini Jagoan PKS di Pilkada Karawang 2020
Hanya saja Dedi menegaskan jika pihaknya masih terus melakukan kajian-kajian ilmiah melalui Tim Pemenangan Pilkada Daerah (TPPD) yang sudah bekerja sejak April 2019.
“PKS masih lakukan survei tiga kali lagi, per triwulan. Percayakan sama mekanisme dan sistem pengambilan keputusan syuro kami,” ungkapnya.
Terpisah, Ketua DPC Gerindra Karawang, Ajang Supandi, menjelaskan, jika pihaknya belum melakukan komunikasi politik secara resmi dengan parpol manapun termasuk dengan PKS.
“Rencanya setelah penjaringan ini kami akan roadshow untuk komunikasi dengan sejumlah parpol,” ucapnya.
Baca juga : Ade Suhara : Jangan Mau Gerindra Sekedar Direntalkan Orang Lain
Ajang memang berharap PKS dan parpol lainnya masuk dalam gerbong koalisi dengan Gerindra di Pilkada 2020.
“Karena tanpa koalisi, parpol manapun enggak bisa maju di Pilkada,” tutupnya. (red).
