Waspada Penipuan WO, 21 Pasangan Pengantin di Cianjur Jadi Korban

Sejumlah korban penipuan WO di Cianjur menunjukan beberaoa bukti

CIANJUR-Sebanyak 21 pasangan calon pengantin di sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur menjadi korban penipuan Wedding Organizer (WO). Akibatnya korban mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Puluhan korban tersebut tergiur untuk menggunakan jasa WO dari Highlevel lantaran promosi melalui media sosial instagram. Terlebih setelah menjalin komunikasi dengan BJM, pemilik WO Highlevel, korban diiming-imingi banyak diskon atau potongan harga dalam setiap paketnya. Mulai dari diskon catering, dekorasi, makeup, hingga fotografer.

Giral Jagat Raya (25) salah seorang korban menjelaskan, saat awal berkomunikasi dengan BJM, dia disambut ramah dan ditawarkan banyak paket untuk resepsi pernikahannya dengan Febiana Ramadhani Putri (24) Agustus 2019 lalu.

“Saat itu juga BJW pemilik dari WO menawarkan paket pernikahan sebesar Rp 60 juta dan mendapatkan diskon sebesar 50 persen jika memberikan uang DP saat itu juga,” katanya pada wartawan, Minggu (16/2/2020), di Perumah Gadung Permai, RT03/16, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.

Namun setelah melunasi paket pesta pernikahan ke BJW, lanjut dia, komunikasi dengan pelaku sulit dihubungi. Bahkan menjelang beberapa hari akan menggelar resepsi komunikasi hilang.

“Bahkan saat beberapa jam digedung yang akan menggelar pesta pernikahan hanya ada beberapa kursi dan papan dipasang dibelakang kursi pelaminan,” jelasnya.

Menurutnya, baru mengetahui bahwa Higtlevel merupakan WO abal-abal setelah diberitahu oleh sejumlah temannya. Dan tidak hanya puluhan pasangan, bahkan sejumlah pendor pun menjadi korban juga.

“Saat itu memposting di aplikasi Istagram tentang kejadian tersebut, dan langsung buming, saat itu beberapa korban bermunculan, hingga saat ini ada sebanyak 21 korban. Bahkan saya sudah membuat grup whatapp khusus korban,” katanya.

Giral mengaku, sempat melapor kepihak yang berwajib terkait hal tersebut. Dan Polisi sempat memberikan saran untuk diselesaikan secara keluargaan. Namun setelah itu BJW pemilik WO Hightlevel yang berniat mengembalikan uang tidak ada.

“BJW sempat berpindah-pindak ke luar kota Bandung dan Jakarta. Dan dari pihak kepolisian tidak ada tindak lanjut. Tetapi saya dan sejumlah korban lainnya berniat akan segera melaporkan kembali,” pungkasnya.(zie/zak)

Baca juga