UBP Karawang Gelar Seminar Nasional TI Modern Berbasis Kecerdasan Buatan

Seminar Nasional TI UBP Karawang.

KARAWANG-Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menggelar Seminar Nasional Teknologi Industri (TI) Berbasis Kecerdasan Buatan di Hotel Resinda, Sabtu (23/11/2019).

Seminar tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) UBP Karawang yang diikuti 300 lebih peserta dan menghadirkan narasumber Profesor Bidang Ilmu  Sistem Logistik Jurusan Teknik Industri Universitas Andalas, Rika Ampuh Hadiguna, dan Direktur Utama PT Rajawali Nusantara  Indonesia, Didik Prasetyo.

Menurut Dekan Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer UBP Karawang, Ahmad Fauzi, diselenggarakannya seminar nasional ini merupakan bagian dari bentuk pembelajaran kepada mahasiswa di luar kelas untuk memenuhi syarat surat keterangan pendamping ijazah (SKPI).

“Kaitannya dengan SKPI, di fakultas kami memang mewajibkan mahasiswa untuk mengikuti seminar dalam rangka peningkatan keilmuan,” ujarnya.

Baca juga : UBP Karawang dan MNC Sekuritas Kerja Sama Resmikan Galeri Investasi BEI

Fauzi melanjutkan, terkait konsep kompetensi mahasiswa dianalogikan ada tiga lingkaran , lingkaran besarnya adalah sikap kemudian di dalamnya ada pengetahuan dan keahlian.

Mahasiswa UBP Karawang.

“Jadi yang utama yang dimiliki mahasiswa adalah soft skill yakni mahasiswa miliki pengetahuan dan keahlian harus didukung dengan sikap yang baik,” ucapnya.

Senada dikatakan Kepala Prodi Teknik Industri UBP Karawang, Ade Suhara. Menurutnya, kegiatan seminar sering dilakukan seluruh prodi UBP Karawang, khususnya prodi teknik industri.

Pihaknya berharap dengan adanya seminar ini memberikan wawasan tambahan untuk mahasiswa yang bisa dimanfaatkan mereka ketika kelak lulus nanti.

“Jadi tidak hanya fokus belajar di dalam kelas, tapi juga banyak belajar di luar kelas,” ucapnya.

Baca juga : Dapat Program Beasiswa Double Degree, Tujuh Mahasiswa UBP Karawang Terbang ke Jepang

Sementara Prof. Rika Ampuh Hadiguna mengatakan, di era industri 4.0, teknik industri saat ini sudah banyak memanfaatkan kecerdasan buatan, sehingga mahasiswa lulusan teknik industri harus bersiap-siap hadapi tantangan tersebut.

“Hasil studi menunjukkan ada dua jenis tantangan harus mahasiswa hadapi,” ujar lulusan doktor teknologi industri pertanian IPB ini.

Ia membeberkan, tantangan yang dihadapi mahasiswa jenis pertama terkait soft skill, yakni kemampuan yang berkaitan dengan sikap. Kemudian turunan tantangan soft skill itu ada lima, di antaranya kemampuan kreativitas tinggi, kemampuan persuasif yang bisa memengaruhi orang lain untuk bisa bekerja sama, kemampuan kolaborasi, kemampuan mengelola waktu dan terakhir kemampuan mengelola SDM.

Baca juga : Ini Deretan Prestasi Yang Diraih Mahasiswa UBP Karawang Periode 2015-2019

Ia melanjutkan, sementara tantangan selanjutnya untuk bidang hard skill yang mesti dikuasai mahasiswa, di antaranya cloud computing, block chain, big data, internet of thing dan e-commerce.

“Kesimpulannya, lulusan yang dibutuhkan di dunia industri era 4.0 adalah mahasiswa yang miliki kemampuan kreativitas, kerja sama, adaptasi dan critical thinking (komputerisasi dan matematika-red),” tutupnya. (red).

 

Baca juga