SMPN 6 Karawang dan DP3A Komitmen Hapus Bullying dan Kekerasan di Sekolah

KARAWANG – Satuan Tugas ( Satgas) Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Sekolah (TPPKS) SMP Negeri 6 Karawang bersama tim Psikolog Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Karawang, melakukan penyuluhan pencegahan Bullying dan Kekerasan terhadap anak, Kamis (7/12/23) di lingkungan SMPN 6 Karawang Barat. Jalan Jakarta, Kabupaten Karawang.

Materi penyuluhan langsung dihadirkan Wakil Dekan 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, FKIP
Universitas Singaperbabgsa Karawang (UNSIKA), Rina Marlina, S.PSi, M.Pd

“Antusias siswa dan guru sangat luar biasa, materi yang disampaikan mencakup pemahaman dan batasan perilaku bullying dan kekerasan yang kerap terjadi di sekolah dan juga di lingkungan,” kata, Rina, yang juga Psikolog dari Unsika itu.

Rina memaparkan, berbagai macam perilaku bullying dan kekerasan terhadap anak, baik physical bullying, Verbal Bullying, dan juga Cyber Bullying.

“Sejauh ini saat kami ajukan pertanyaan, siswa SMP 6, beberapa mengetahui hal itu, namun terkadang pengaruh eksternal seringkali memancing sikap anak untuk merespon lawannya untuk saling membalas hingga timbul perselisihan tang berakibat tindakan kekerasan dan bully terjadi,” paparnya.

Untuk itu, lanjut Rina, dirasa perlu model penyuluhan seperti ini, agar pencegahan perilaku bullying dan kekerasan anak dapat diantisipasi.

“Selain penyuluhan terhadap siswa ( anak) dan guru ,kiranya perlu juga penyuluhan terhadap orangtuanya. Program parenting juga kiranya perlu dilakukan, agar program pencegahan ini berkesinambungan,” ucapnya.

Sementara, Kepala, SMP Negeri 6 Karawang, Hadi Mulyadi, mengatakan, program pencegahan perlaku bullying dan kekerasan anak, dikalangan siswa merupakan bagian dari program kerja Satgas TPPKS yang sudah dibentuk sesuai intruksi Kemendikbudristek, melalui Disdikpora Karawang.

“Kegiatan merupakan tindak lanjut dari program pemerintah yang serius dalam mencegah tindakan kekerasan terhadap anak dan bullying di lingkungan sekolah,” ujar Hadi.

Menurut Hadi, sekolah SMPN 6 sangat mendukung program tersebut, dan bahkan pembentukan satgas TPPKS di sekolah yang dipimpinya, bekerjasama tidak hanya dengan internal tenaga pendidik, tapi juga melibatkan masyarakat melakui komite sekolah dan peran orangtua siswa.

“Kami melakukan berbagai upaya sekuat tenaga agar siswa kami betul-betul memahami bahaya perilaku bullying, salah satunya bekerjasama dengan pihak terkait dalam melakukan pencegahan,” ujarnya.

Hadi mengungkapkan rasa terimakasih atas perhatian dan kerjasama pihak terkait, terutama DP3A melalui P2TP2A Karawang, yang bersedia menghadirkan tim penyuluh. “Terimakasih Kepala Dinas DP3A, semoga di lain kesempatan bersedia hadir kembali di kesempatan berbeda, dan kami SMPN 6 juga terbuka bila ada program dinas terkait apabila ingin mengadakan kegiatan di lingkungan kami,” pungkasnya.(dit)

Baca juga

Leave a Comment