
Dapat penghargaan dari Gubernur Jawa Barat.
KARAWANG-Masih tingginya angka penderita Tuberculosis (TBC) di Kabupaten Karawang, khususnya di Kecamatan Klari, mendorong Puskesmas Anggadita membuat inovasi yang bertujuan menurunkan angka TBC, yakni dengan program Ojek DOTS Japati.
“Japati itu kepanjangan dari antar jemput pasien TBC dengan ojek, sementara DOTS itu program nasional untuk pengendalian penyakit TBC,” kata perawat Puskesmas Anggadita, Iyon, kepada Prasastijabar.com, Rabu (30/10/2019).
Iyon menjelaskan, program itu dilatarbelakangi karena capaian pengendalian TBC di Karawang pada 2017 di bawah capaian target, dari ditargetkan 85 persen hanya capai 45 persen.
Baca juga : Buntut Gedung Maternitas Gagal Dibangun, Dirut RSUD Dituntut Mundur
“Setelah dianalisa, penyebab tidak tercapainya target karena banyaknya pasien yang tidak mampu untuk datang ke puskesmas,” ujarnya.
Solusinya, lanjutnya, pihaknya bekerja sama dengan tukang ojek pangkalan untuk antar jemput pasien TBC dan program ini didukung Pemdes Anggadita.
“Untuk ongkos antar jemput pasien diganti oleh Pemdes Anggadita,” ucap Iyon.
Iyon menuturkan, untuk saat ini pihaknya menangani sembilan pasien TBC. Pasien-pasien tersebut menjalani masa pengobatan selama enam bulan dengan dibagi dua fase.
“Fase awal selama dua bula pasien berobat ke puskesmas satu minggu sekali. Kemudian fase lanjutan selama empat bulan pasien berobat satu bulan dua kali,” bebernya.
Baca juga : Tingkatkan Kualitas, BKPSDM Karawang Bakal Terapkan Diklat Terakreditasi
Iyon mengaku bersyukur upaya pihaknya dalam mengendalikan penyakit TBC mendapatkan penghargaan tingkat kabupaten dan provinsi.
“Di tingkat Kabupaten Karawang kami dapat juara 1, kemudian di tingkat Provinsi Jawa Barat kami juga dapat juara 1 kategori tenaga kesehatan teladan,” tutupnya. (red).
