Teater Merah Putih Sesalkan Ada Pungutan Liar Gedung KNPI Karawang

Ketua KNPI Karawang, Lukman N Iraz.

KARAWANG-Pelatih Teater Merah Putih (Merput) SMAN 3 Karawang, Panji Mayza Perdana, menyesalkan adanya pungutan liar yang dilakukan oleh oknum di sekitaran gedung KNPI Karawang. Pungutan itu berupa uang kebersihan dan uang toilet yang diperuntukan bagi para pelajar yang sedianya ingin memanfaatkan gedung KNPI sebagai arena berlatih ekstrakulikuler.

“Dulu sih yang latihan disini tidak dipungut biaya. Hanya paling kalau ada yang bawa motor, suka kasih uang parkir. Itu bisa dimaklumi karena kondisi di KNPI juga rawan pencurian motor. Tapi kalau sampai minta uang kebersihan dan toilet, itu keterlaluan,” kata Panji saat diwawancarai, Minggu (1/9/2019) siang di KNPI.

Panji tidak mempermasalahkan soal biaya, hanya jika melihat kondisi gedung KNPI yang sekarang semrawut tak terurus, akhirnya timbul pertanyaan, uang kebersihan hasil pungutan itu apakah benar buat membersihkan lokasi, atau buat yang lain. Pasalnya, dulu saat kondisi gedung KNPI masih bagus dan bersih, komunitas manapun yang mempergunakan gedung tersebut sama sekali tidak dipungut biaya.

Baca juga : Gara-gara Medsos, Ada 2.500 Janda Baru di Karawang

“Saya yakin KNPI punya biaya kebersihan sendiri dari para pengurus. Jadi kenapa tidak digunakan dari pos anggaran yang sudah disediakan?” tanya Panji.

Lagipula, ia melanjutkan, sudah semestinya KNPI memberi wadah kreasi buat para pelajar atau generasi muda dalam melakukan kegiatan positif. Kalau gedung KNPI ramai, katanya, berarti memang fungsi KNPI benar benar bisa menjembatani kegiatan pemuda.

“Ya satu satunya tempat yang paling mudah dijangkau bagi pelajar ya hanya KNPI. Para pelajar dari sekolah sekolah biasa memanfaatkan tempat itu untuk kegiatan latihan ekskul, karena di sekolah sendiri durasi waktu berlatih ekskul dibatasi,” tandasnya.

Baca juga : Warga Bersabar! Pemkab Tunggu Kajian Ditjen KA Untuk Buka Sebidang Warung Bambu

Terpisah, Ketua DPD KNPI Kabupaten Karawang, Lukman N Iraz, membantah adanya pungutan untuk kebersihan atau jenis lainnya bagi teman seniman atau kepemudaan yang menggunakan fasilitas gedung KNPI Karawang.

“Saya enggak ngeh (ngerti-red) kalau ada pungutan seperti itu,” ucapnya.

Menurut Lukman, pihaknya akan menindaklanjuti keluhan tersebut dan mencari tahu siapa pelaku yang melakukan praktek tersebut untuk mengetahui apa motifnya lakukan pungutan tersebut.

“Pada intinya, tidak ada pungutan bagi siapa saja yang ingin gunakan gedung tersebut,” pungkasnya. (red).

Baca juga

Leave a Comment