Selain Pelayanan Mengecewakan, DPC MOI Karawang Minta Satgas COVID-19 Beri Sanksi RSU Proklamasi

RSU Proklamasi tampak dari depan.

KARAWANG-Pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) Proklamasi kembali kecewakan pasien yang datang berobat. Tak hanya itu, RSU Proklamasi ternyata tampak lalai dalam menerapkan protokol kesehatan, sehingga DPC Media Online Indonesia (MOI) Karawang meminta Satgas COVID-19 memberikan sanksi kepada RSU Proklamasi.

“Ini bukan kata dari orang lain, tapi saya sendiri yang merasakan dan melihat dengan mata kepala sendiri jika pelayanan RSU Proklamasi cukup mengecewakan,” kata Latifudin Manaf yang merupakan Ketua DPC MOI Kabupaten Karawang juga Pemred Prasasti Jabar, Senin (28/12/2020).

Latifudin menceritakan, sebelum datang ke RSU Proklamasi dirinya menelpon pihak rumah sakit untuk keperluan berobat keluarganya sekira pukul 08.00 pagi. Oleh pihak rumah sakit yang menerima teleponnya memberitahukan jika dokter yang dimaksud akan berpraktek sekira pukul 11.00 WIB. Dirinya pun kemudian mendapat nomor antrean 8.



“Tapi setelah saya datang ke rumah sakit sekira pukul 11.15 WIB, dokter yang dimaksud belum juga datang,” ujarnya.
Dirinya bersama keluarganya pun menunggu hingga pukul 12.30, baru kemudian dokternya datang ke rumah sakit.

“Setelah itu kami pun harus menunggu sampai antrean nomor 8, jadi sekira pukul 13.30 WIB kami baru dapat giliran berobat,” ucap Ketua DPC Media Online Indonesia (MOI) Karawang ini.

Ia menambahkan, bahkan ada pasien lainnya yang sudah menunggu dokter datang sejak pukul 9.00 WIB, karena memang jadwal yang tertera di papan jadwal dokter itu mulai praktek pukul 09.00 WIB.

“Jadi bisa dibayangkan kalau pasien itu menunggu dokter datang lebih dari empat jam. Padahal bisa jadi dia juga banyak urusan lain yang mesti diurus selain berobat ke rumah sakit,” tandasnya.

Bahkan, dirinya pun terpaksa meninggalkan keluarganya di rumah sakit karena ada urusan lain yang tidak bisa ditinggalkan.

“Saya juga melihat para pasien berkerumun tidak menjaga jarak tanpa terlihat petugas rumah sakit untuk mengingatkan mereka kalau saat ini sedang pandemik COVID-19,” ujarnya.

Latifudin meminta kepada Satgas COVID-19 Kabupaten Karawang untuk tidak membiarkan kelalaian protokol kesehatan yang terjadi di RSU Proklamasi.

“Dinkes Karawang pun tidak tinggal diam untuk memberikan teguran kepada RSU Proklamasi agar tidak mengecewakan dalam pelayanan terhadap pasien,” pungkasnya.

Sementara pihak RSU Proklamasi melalui Humas, Fajar, menanggapi keluhan pasien hanya merespon singkat memohon maaf atas ketidaknyamanan.

“Akan saya sampaikan ke pihak terkait, agar kedepannya menjadi lebih baik,” singkatnya. (jat).

Baca juga

Leave a Comment