fbpx

Polisi Didesak Tangani Serius Temuan Limbah Medis Yang Dibuang Sembarangan

Polres Karawang olah TKP penemuan limbah medis di TPS.

KARAWANG-Masyarakat Karawang Bersatu (MKB) mendesak agar polisi dan instansi terkait untuk serius menangani temuan limbah medis yang diduga berasal dari RS Lira Medika yang dibuang sembarangan di TPS Jalan Baru Tanjung Pura-Klari.

“Masalah pembuangan limbah medis B3 pada media lingkungan hidup merupakan kasus yang sangat serius yang dapat menimbulkan kerugian bagi lingkungan dan warga sekitar,” kata Sekretaris MKB, Beno, kepada Prasastijabar.co.id, Jumat (14/2/2020).

Menurut Beno, berdasarkan Permenkes Nomor 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit menjelaskan bahwa limbah B3 yang dihasilkan rumah sakit dapat menyebabkan gangguan perlindungan kesehatan dan atau risiko pencemaran terhadap lingkungan hidup.

Baca juga : KPLHI Karawang Tuntut RS Lira Medika Tanggung Jawab Ditemukannya Limbah Medis di TPS

“Mengingat besarnya dampak negatif limbah B3 yang ditimbulkan, maka penanganan limbah B3 harus dilaksanakan secara tepat, mulai dari tahap pewadahan, tahap pengangkutan, tahap penyimpanan sementara sampai dengan tahap pengolahan,” ujarnya.

Dengan demikian, sambungnya, penanganan limbah B3 rumah sakit dilaksanakan harus sesuai dengan ketentuan UU Nomor 32 tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan UU Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit serta prinsip pengelolaan limbah B3 rumah sakit yang telah diatur oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Baca juga : Protes! Warga Payungsari Tanami Pisang Jalan Rusak

Ia menambahkan, dengan adanya limbah medis yang dibuang sembarangan, aparat penegak hukum dan Pemerintah Kabupaten Karawang bukan hanya melakukan upaya penegakan hukum saja, tetapi juga harus mencari tahu faktor-faktor apakah yang melatarbelakangi rumah sakit tersebut membuang limbah medis secara sembarangan ke media lingkungan hidup yang bukan peruntukanya.

“Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang dan DLHK Karawang, harus melakukan pendataan sekaligus pengawasan terhadap operasional rumah sakit yang ada di Kabupaten Karawang. Hal itu dimaksudkan untuk memastikan apakah limbah medis yang dihasilkan rumah sakit bersangkutan sudah dikelola sesuai dengan ketentuan yang ada atau tidak,” pungkasnya. (red).

Baca juga

Leave a Comment