fbpx

Imbas Temuan Limbah Medis di TPS, RS Lira Medika dan Yayasan Putra Karawang Berseteru

Temuan sampah medis di TPS.

KARAWANG-RS Lira Medika terkesan lepas tangan terkait temuan medisnya yang tercecer di TPS Jalan Baru Tanjung Pura-Klari, bahkan malah menyudutkan transporter (pengangkut) sampah medis dan non medisnya.

“Mengenai sampah yang ditemukan di lokasi kejadian, kami dari pihak RS sebelumnya samasekali tidak mengetahui kejadian tersebut. Dan saat ini sedang diselidiki oleh pihak berwenang. Dan dari pihak RS pun menunggu hasil penyelidikannya,” kata Humas RS Lira Medika, Aditya, dalam keterangan rilisnya yang diterima redaksi Prasastijabar.co.id, kemarin.

Ia menjelaskan, untuk sampah medis, pihaknya bekerjasama dengan PT Wastek dan PT Abipraya. PT Wastek adalah tempat pengolahan sampah B3, sedangkan PT Abipraya adalah transporter yang mengangkut sampah medis dari RS sampai ke PT Wastek.

Baca juga : Polisi Didesak Tangani Serius Temuan Limbah Medis Yang Dibuang Sembarangan

Sementara untuk sampah non medis, pihaknya bekerjasama dengan Yayasan Putra Karawang. Yayasan Putra Karawang akan mengangkut sampah non medis dari RS ke TPA.

“Sampai minggu ini pun baik dari PT Abipraya maupun dari Yayasan Putra Karawang masih rutin mengangkut sampah medis dan non medis dari RS. Dikarenakan ada kasus ini, maka kami akan mengevaluasi mutu dari pihak ke tiga,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Yayasan Putra Karawang, Mahar Kurnia, membantah jika yayasannya disebut sebagai transporter.

“Yayasan Putra Karawang itu bukan transpoter ,yayasan hanya mengawasi jalannya ritase kendaraan beroperasi, apakah sesuai atau tidak sesuai dengan jadwal dan penagihan retribusi. Sedangkanmobil dan petugas semua adalah orang DLHK Karawang,” kata Mahar.

Baca juga : KPLHI Karawang Tuntut RS Lira Medika Tanggung Jawab Ditemukannya Limbah Medis di TPS

Menurut Mahar, pihak pernah menegur keras dan melaporkan ke manajemen RS Lira Medika, bahkan menunjukan bukti video bahwa sampah domestik dengan sampah B3 dicampur.

“Pelaporan itu sampai ke Dirut RS Lira Medika, dr. Roni, dan pemilik RS Lira Medika, BapakNaik Jhon.
Sebagai pemutus kebijakan,” ucapnya.

Ia membeberkan, informasi yang pernah diterimanya , pihak RS Lira Medika merubah SOP termasuk melarang petugas kebersihan baik supir ,maupun pengawas tidak boleh membawa HP dan RS Lira Medika memasang pengawas TPS dari mulai angkut sampai mobil keluar ,diawasi ketat oleh petugas yang berasal dari RS Lira Medika.

“Secara kerjasama Yayasan Putra Karawang sudah tidak menjadi pihak ketiga sejak akhir tahun 2018 dan diputuskan pada tanggal 20 Januari 2020 melalui penjelasan Kepala UPTD dan Kepala DLHK,” ungkapnya.

Sementara, lanjutnya, soal temuan adanya sampah medis di TPS menjadi tanda tanya pihaknya. Bukankah TPS Lira Medika itu dipisah antara sampah medis dan non medis, karena oleh petugas Lira Medika itu mengawasi ketat saat pengangkutan.

“Jangan membuat opini yang menyudutkan seakan Yayasan Putra Karawang mengangkut sampah tanpa pengawasan, dan limbah medis dan domestik diambil sendiri tanpa pengawasan,” pungkasnya. (red).

Baca juga

Leave a Comment