Nekat, Cerita Perlawanan Komplotan Pencuri Traktor Saat Hendak Ditangkap

Polres Karawang ekspose kasus pencurian traktor.

KARAWANG-Pengungkapan kasus pencurian traktor yang dilakukan komplotan asal Karawang terbilang nekat. Pentolan komplotan bahkan sempat melawan dan berkelahi dengan petugas saat hendak ditangkap.

Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Bimantoro Kurniawan, mengatakan, aksi pelaku sudah sangat meresahkan para petani. Pasalnya, traktor yang digunakan petani untuk menggarap sawahnya seringkali hilang digasak pelaku, sehingga menghambat aktivitas menanam padi.

“Aksi pelaku sudah dilakukan sejak 2015. Pelaku ada 4 orang, dua diantaranya ditembak karena melawan petugas,” kata Bimantoro, di Polres Karawang, Senin (2/9/2019).

Dikatakan Bimantoro, para pelaku, diantaranya, S (35) warga Cirejag, Kecamatan Jatisari, SY (36) warga Desa Karangsari, Kecamatan Purwasari, SE (28) warga Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur, dan NR (23), warga Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur.

Baca juga : Buruh Asal Karawang Cabuli Bocah Usia 6 Tahun di Purwakarta Terancam 15 Tahun Penjara

Bimantoro mengungkapkan, dua pelaku yang ditembak bagian kakinya, salah satu diantaranya sempat melawan petugas dan nyaris merebut senjata.

Bahkan, akibat pergumulan itu, salah satu anggota resmob Polres Karawang bajunya tercabik dan robek. Diceritakan lagi, aksi pergumulan cukup lama hingga akhirnya pelaku menyerah dan berhasil dilumpuhkan petugas lainnya dengan melepas tembakan dikaki pelaku.

Penadah

“Traktor yang mereka curi tidak utuh, tapi hanya mesinnya yang dicuri. Roda dan bagian lainnya ditinggalkan,” lanjut Bimantoro.

Dkatakannya, mesin yang berhasil mereka curi, dijual kepada penadah yang juga tinggal di Karawang.

“Satu unit mesin hanya dijual kisaran harga Rp3 juta. Diangkut para pelaku menggunakan mobil yang mereka siapkan. Mereka kelompok yang licin dan sulit dideteksi hingga kami berhasil ungkap dan tangkap,” beber Bimantoro.

Tak hanya pelaku, lanjut Bimantoro, pihaknya juga menangkap penadah hasil curian traktor. Lima penadah ditangkap dan berdomisili di Karawang. Namun, barang curian hanya ditampung dan dijual kembali ke daerah lain di Jawa Barat.

“Keempat komplotan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana hukuman penjara selama 5 tahun,” pungkasnya. (dit/tif).

Baca juga

Leave a Comment