3K

Ketua PWI Jabar meresmikan Monumen Tirto di Kantor PWI Kabupaten Cianjur
CIANJUR – Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat meresmikan monumen RM Tirto Adhi Suorjo di Kantor PWI Cianjur, Jumat (29/11). Diharapkan monumen tersebut dapat menularkan profesionalitas dan semangat tirto kepada para jurnalis yang ada di Jawa Barat, khususnya di Cianjur.
Ia menjelaskan, Tirto sudah tidak asing, bahkan merupakan salah satu pelopor pers nasional, dengan diawali penerbitan pers Pribumi pertama dan dilakukan di Cianjur.
“Oleh karena itu, dengan adanya monumen ini, akan mengingatkan kita pada perjuangan Tirto untuk pers nasional,” ucapnya Jumat, (29/11/2019)
Menurutnya, Tirto mencerminkan kegigihan dan perjuangan melalui pemberitaan. Semangat tersebut harus terus dijalankan melalui perjuangan dalam Demokrasi dan sosial kontrol.
Ketua PWI Cianjur, Mochammad Ihsan, mengisahkan, M Tirto Adhi Soerjo lahir di Blora pada 1880 dengan nama Raden Mas Djokomono. Kemudian RM Djokomono berganti nama sejak muda dimana lazim dilakukan priyayi zaman itu menjadi RM Tirto Adhi Soerjo.
“Tirto mulai berkiprah dalam dunia Jurnalistik di Cianjur selepas keluar dari Stovia. Surat kabar mingguan yang dibuatnya pada 1903 dengan nama Soenda Berita itupun menjadi surat kabar Pribumi pertama,” katanya
Bahkan lanjut dia, penerbitannya didukung dan dibiayai oleh Bupati Cianjur RAA Prawiradiredja. Surat kabar yang menjadi sarana pergerakan dan kritik terhadap pemerintahan Hindia-Belanda itupun terbit hingga 1903.
Selain Soenda Berita, Tirto juga mendirikan Medan Prijaji (1907) di Bandung dan Putri Hindia (1908) di Batavia. Bahkan Medan Prijaji dikenal sebagai surat kabar nasional pertama karena menggunakan bahasa Melayu (Indonesia) dan seluruh pekerjaan mulai dari pengasuh, percetakan, penerbitan, dan wartawannya adalah Pribumi Indonesia asli.
Kisah perjuangan dan kehidupan Tirto pun diangkat oleh Pramoedya Ananta Toer dalam buku Tetralogi Buru: Bumi Manusia, Jejak Langkah, Anak Semua Bangsa, Rumah Kaca, dan Sang Pemula.
Pada 1973, pemerintah mengukuhkan Tirto sebagai Bapak Pers Nasional dan pada 3 November 2006 Tirto mendapat gelar sebagai Pahlawan Nasional melalui Keppres RI nomor 85/TK/2006.(zie/zak)
