fbpx

Mantan Presiden ISIS Asia Tenggara Sebut Pemerintah Indonesia Lebay

Cep Hermawan

CIANJUR -Mantan Presiden ISIS Asia Tenggara Cep Hermawan menilai Pemerintah Indonesia terlalu lebay menyikapi nasib WNI menjadi eks kombatan ISIS di Suriah.

“Pemerintah Indonesia selama ini terlalu lama. WNI anggota ISIS di Suriah, karena selama ini mereka tidak ingin dipulangkan ke Indonesia,” katanya saat ditemui saat ditemui dikediamannya, Jalan Aria Wiratudatar, Kabupaten Cianjur, Jumat (14/2/2020).

Menurutnya, setelah konflik yang terjadi di sekitar negara Suriah dan Irak selesai, seluruh wilayah Suriah yang semula dikuasai ISIS kini kembali ke Pemerintah Suriah termasuk kilang minyak yang berada di wilayahnya.

“Berdasarkan informasi yang sama tentang rekan saya, yang ada di sana, WNI mantan anggota ISIS ini dipekerjakan diberbagai bidang termasuk disejumlah kilang minyak,” katanya.

WNI mantan anggota ISIS, lanjut dia, enggan untuk pulang ke Indonesia, karena telah mendapatkan pekerjaan dan menerima yang cukup untuk petani di Indonesia.

“Berdasarkan pengakuan mereka, dalam satu bulan eka ISIS ini dapat memperoleh upah mencapai Rp5 juta hingga Rp20 juta per bulan untuk lolos ke peternakan yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Dapatkan, saat ini WNI yang ada di Surian mencapai sekitar 700 orang. Namun selama ini tidak ada warga asal Kabupaten Cianjur, meski sempat ada yang akan pergi ke Suriah tetapi gagal.

“Terkait kewarganegaraanya untuk saat ini saya belum mengetahuinya. Namun saya harus pemerintah tidak perlu menggiring opini yang berlebihan terkait WNI eka ISIS di Suriah, karena mereka sudah ada yang hidup sejahtera,” pungkasnya. (zie / zak)

Baca juga

Leave a Comment