
Kapolsek Kadupandak AKP Deden Sulaeman, sedang tinjau wilayah terdampak pergerakan tanah.
CIANJUR-Sekitar satu hektar sawah dan satu rumah terancam ambruk di Kampung Cibolang, Desa Wargaasih, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, juga teracam gagal panen, imbas terjadinya bencana pergerakan tanah.
Kapolsek Kadupandak, AKP Deden Sulaeman,mengatakan, perisitwa pergerakan tanah tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras beberapa jam.
“Akibatnya sawah sekitar satu hektar yang baru ditanam mengalami kerusakan dan terancam gagal panen. Sawah tersebut merupakan milik enam orang warga sekitar,” katanya, Sabtu (11/1/2020).
Baca juga : Imbas Pergerakan Tanah, 10 Meter Jalan Desa Sindangsari Amblas Sedalam Satu Meter
Selain merusak sawah yang baru ditaman, lanjutnya, peristiwa pergerakan tanah tersebut juga mengakibatkan saluran irigasi sepanjang 100 meter jebol.
“Tidak hanya itu, satu rumah warga pin ikut terkena pergerakan tanah, dan teracam ambruk. Hingga saat ini pemilik rumah serta keluarganya telah diungsikan ketempat yang lebih aman,” ujarnya
Deden mengaku, hingga saat ini telah dilakukan sejumlah penanganan dan telah melakukan koordinasi dengan sejumlah dinas dan instansi terkait atas bencana pergerakan tanah yang terjadi di wilayahnya.
Baca juga : Polri Peduli Penghijauan, Polres Cianjur Tanam 3.750 Pohon
“Sejumlah anggota Polsek Kadupandak dan beberapa anggota Babinsa, serta beberapa Relawan Tangguh Bencana (Retana) telah disiagakan agar apabila terjadi bencana dapat segera ditangulangi atau diatasi,” jelasnya.
Pihaknya mengimbau warga untuk tidak panik dan tetap tenang.
“Namun harus meningkatkan kewaspa dan dan segera melapor apabila terjadi bencana alam ke aparat setempat,” tutupnya. (zie/tif).
