fbpx

Mengaku Dipukuli Oknum Kades, Wartawan di Purwakarta Lapor Polisi

Tarigan usai bikin LP.

PURWAKARTA-Dua orang oknum kepala desa di Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, dilaporkan ke pihak kepolisian oleh seorang wartawan media online di Purwakarta karena disebut telah melakukan pemukulan.

Kedua oknum kepala desa tersebut diketahui merupakan Kades Sukatani berinisial AS dan Kades Pasirmunjul yakni berinisial MHN.

Dibenarkan Kapolres Purwakarta AKBP Matrius melalui Kasat Reskrim AKP Handreas Ardian, korban diketahui atas nama Adi Kurniawan Tarigan (43) dan telah melaporkan kejadian tersebut dan diterima melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Purwakarta.

“Iya ada laporan terkait kejadian tersebut dan sudah diterima oleh anggota kami untuk nantinya kami akan melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut,” ujar Handreas, Sabtu (11/1/2020).

Baca juga : Pompa Rusak, Operasional Air Mancur Sribaduga Kembali Dihentikan

Sementara, menurut korban yang akrab disapa Tarigan itu menyebutkan, kejadian berawal ketika ia hendak mengkonfirmasi terkait dugaan tidak dilibatkannya Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) pada penggunaan anggaran Dana Desa Sukatani.

“Sebelumnya sudah di konfirmasi via pesan WA namun Kades Sukatani mengajak bertemu di sekitaran SPBU Parcom, lalu tanpa curiga saya pun menemuinya di SPBU sekitar pukul 18:35 WIB,” katanya.

Namun, lanjut Tarigan, Kades Sukatani mengajaknya untuk berbincang di belakang minimarket di sekitar SPBU tersebut. Tanpa menaruh curiga, dirinya pun mengikutinya.

“Pas dibelakang, keluar Kades Pasirmunjul dari musala dan saya pun menyapa dan bersalaman, namun entah apa masalahnya Kades Pasirmunjul langsung memukuli saya beberapa kali di bagian kepala dan telinga,” ungkap Tarigan.

Melihat kejadian tersebut, lanjutnya, Kades Sukatani yang menyaksikan kejadian secara langsun tidak mencoba menghalangi atau pun menghentikan pemukulan tersebut.

“Bahkan melihat saya dipukuli, kades Sukatani terkesan mendukung dan membiarkan saya dipukuli, jadi seperti sudah direncanakan oleh kedua kades tersebut,” tuturnya.

Selanjutnya, Tarigan pun bergegas pergi meninggalkan kedua kades yang terlihat belum puas melakukan pemukulan.

“Saya langsung pergi ke rumah sakit dan melakukan visum lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polres Purwakarta,” pungkasnya. (wes/tif).

Baca juga

Leave a Comment