Korban Pembunuhan Di Stasiun Cikampek Ternyata Anak Seorang Pengamen

KARAWANG – Identitas remaja korban pembunuhan ternyata anak seorang pengamen yang tinggal mengontrak tak jauh dari Stasiun Kereta Api Cikampek.

Kerabat korban, Deri, sempat mengungkapkan,pihak keluarga sempat mencari keberadaan korban hingga malam hari, sebelum dikabarkan adanya temuan jasadnya.

“Keluarga sempat mengetahui soal temuan mayat di stasiun cikampek dari facebook, lalu mengecek ke RSUD dan ternyata benar Sandi (nama korban),” katanya.

Keterangan lain yang diperoleh redaksi prasastijabar.com, Ayah korban Anan, (40) pun hanya bekerja sebagai pengamen dan buruh serabutan. Ibunya Juju (40) ibu rumah tangga yang kesehariannya bekerja sebagai buruh cuci.

Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Bimantoro Kurniawan mengatakan, identitas jasad korban diketahui tidak lama usai temuan mayat korban. Keluarga korban ada yang menghubungi petugas dan mendatangi RSUD serta meyakini korban adalah anaknya.

” Saat itu sementara kami tidak ungkap ke publik demi kepentingan penyelidikan,” kata Bimantoro, Rabu (12/2/2020).

Dikatakan Bimantoro, korban S, masih berusia sekitar 17 tahun, dan bukan pelajar salah satu SMK yang kabarnya sempat beredar di masyarakat dan jejaring sosial.

“Korban putus sekolah sejak SD, dia sehari hari menjadi tukang parkir di sekitar Stasiun,” tuturnya.

Kasus pembunuhan mencuat setelah petugas keamanan stasiun menemukan jasad korban dalam kondisi lehernya terikat sabuk di pinggiran stasiun Cikampek.

Luka jeratan, dan memar terlihat di wajah korban. “Ya, korban dianiaya dan dibunuh,” sambung AKP Bimantoro membenarkan.

Bimantoro menyatakan, sudah melakukan penyelidikan intensif terkait kasus tersebut. “Sudah dikerahkan anggota semaksimal mungkin mengungkap kasus ini,” ujarnya.(dit)

Baca juga