
Pemasangan spanduk penolakan kedatangan bank emok
CIANJUR-Warga Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, didampingi Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) Cianjur beserta pihak kecamatan memasang baliho penolakan Bank Keliling Kosipa yang dinilai meresahkan warga. Tak Sedikit banyak warga yang cerai akibat dampak dari Bank Keliling.
Aa Jaelani ketua KPMP Marcab Cianjur, mengtakan pemasangan baliho dilakukan yang berisi penolakan keras terhadap hadirnya Bank Keliling yang meresahkan warga berdasarkan pengaduan dari masyarakat serta temuan di lapangan yang merebaknya praktek rentenir dan sejenisnya di wilayah Cianjur Selatan.
“Ini sangat meresahkan masyarakat dan dinilai tidak manusiawi karena terkesan pinjaman lunak tetapi dengan bunga yang sangat tinggi. Hal itu jelas sangat mencekik dan menyengsarakan masyarakat,” ujarnya, Minggu (4/10/2020).
Menurutnya, pemasangan sepanduk atau banner bertulisan penolakan segala bentuk jenis pinjaman berkedok bank masuk ke lingkungan Cianjur adalah bentuk nyata penolakan dari KPMP Marcab Cianjur.
Jaelani menilai, jenis pinjaman tersebut meresahkan masyarakat dan perlu diantisipasi. Pemasangan spanduk dengan tulisan penolakan dinilai solusi terbaik.
“Aksi penolakan berawal dari kekhwatiran terhadap dampak atau efek negatif di masyarakat yang diakibatkan adanya jenis pinjaman berkedok bank tersebut,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, rentenir sendiri memberikan pinjam belaga pahlawan terhadap warga yang sedang memerlukan bantuan.
“Giliran nagih galak kayak. Begitulah ungkapan masyarakat sebagai Korban rentenir seperti yang terjadi di beberapa kecamatan yang ada di wilayah Selatan Cianjur,” katanya.
“Bahkan tak sedikit berakibat runtuhnya rumah tangga dan permasalahan antara tetangga terdekat sehingga kami KPMP berinisiatif memasang spanduk penolakan bank yang lebih mirip rentenir,” katanya.
Hal tersebut juga didukung oleh Camat Sukanagara, Adang Sumaryadi. Adang mengatakan, dirinya sangat mendukung terhadap gerakan warga yang menolak hadirnya Bank Keliling yang dinilai memberatkan masyarakat.
“Kami sangat mendukung prbolakan Bank Keliling yang ada di wilayah kami, karena bank keliling ini bunga nya sangat besar sehingga menyulitkan masyarakat dalam tatanan kehidupan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.(wan/zak)
