Desa Karangligar Kembali Diterjang Banjir, Warga Jumatan di Luar Kampung

KARAWANG – Bencana banjir kembali menerjang pemukiman warga Dusun Pangasinan, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Jumat (2/1/2/2025). Warga yang baru dua pekan kembali menempati rumahnya, terpaksa harus mengungsi lagi ke tempat yang aman.

“Pagi tadi Sungai Cibeet dan Citarum meluap. Leberan air dari dua sungai itu mengalir ke dusun kami menggenangi pemukiman, sekolah, dan tempat ibadah,” ujar salah seorang warga Dusun Pangasinan, Agus Tohaeri.

Menurutnya, warga baru dua pekan membersihkan rumahnya masing-masing setelah bencana serupa terjadi di Pangasinan. Berhari-hari mereka berupaya membersihkan lumpur dan sampah yang masuk ke tempat tinggalnya.

Namun, lanjut Agus perjuangan warga itu menjadi sia-sia saat bencana bajir kembali terjadi. “Kondisi seperti ini kami rasakan setian tahun. Kami tidak bisa berbuat apa-apa, selain pasrah,” katanya.

Disebutkan juga, air bah mulai menggenangi rumah warga sejak pukul 10.30 WIB. Saat hendak menunaikan ibadah shalat Jum’at, warga setempat tidak bisa menggunakan masjid karena sudah terendam banjir.

Akhirnya, sambung Agus, mereka mencari tempat ibadah yang lebih jauh dengan pakaian seadanya. Usai shalat jumat warga berkemas mengungsi ke tempat aman.

Dijelaskan, hingga hari menjelang petang, debit air banjir masih bergerak naik. Warga berharap, hujan deras di hulu Sungai Cibeet tidak terjadi lagi, agar air bah bisa segera surut.

“Kalau hulu Cibeet masih ada hujan lebat, sudah pasti banjir bakal lama surutnya,” kata Agus lebih lanjut.

Menyikapi hal ini Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyebutkan, dirinya sudah memerintahkan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) untuk secepatnya turun melakukan penanganan di lokasi banjir.

“Tadi pagi sudah saya perintahkan BPBD bergerak ke lokasi banjir,” ujar Aep.

Sementara itu Kepala BPBD, Mahpudin mengaku telah menerjunkan tim evakuasi dan perahu karet. Selain itu tim tersebut membawa bantuan logistik berupa mie instan, air mineral, roti, kopi, telor, serta kebutuhan dampur umum.(red) 

Baca juga