Reses di Lingkungan Home Idustri, Akmaludin: Konveksi Ciptakan Lapangan Kerja

KARAWANG-Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Golkar, Akmaludin melakukan reses pertama tahun 2021 di Dusun Karajan Desa Wancimekar Kecamatan Kotabaru, Jumat (2/2/2024), yang merupakan lingkungan home Idustri bidang konveksi sebagai salah satu sumber mata pencaharian masyarakatnya.

Dalam reses tersebut masyarakat menyampaikan terkait sulitnya home industri berkembang. Selain karena permasalahan permodalan kurangnya pasar juga menjadi salah satu penyebab.

Seperti disampaikan Wahyu (43) salah satu pengusaha home Idustri yang memproduksi topi di Desa Wancimekar mengaku cukup kesulitan karena harga-harga bahan baku untuk memproduksi topi terus meningkat, sedangkan harga jual cenderung rendah.

“Harga-harga bahan untuk membuat topi naik terus, tapi harga topinya murah. Sekarang ini banyak konveksi yang mulai menurunkan jumlah produksi. Ini tentunya berdampak kepada para pengrajin (pegawai), karena mereka dibayar borongan. Kalau produksinya sedikit, pendapatan mereka juga menurun. Padahal banyak masyarakat di sini yang mengandalkan penghasilan dari konveksi, karena mayoritas yang kerja juga orang sini juga,” ujar Wahyu.

Menanggapi hal tersebut, Akmaludin mengatakan, keberadaan home industri di Desa Wancimekar menjadi salah satu lapangan pekerjaan yang luar biasa. Apalagi untuk menjadi pekerja di konveksi tidak memandang tingkat pendidikan, bahkan yang belum memiliki kemampuan pun dapat belajar dari pekerjaan termudah dan tetap mendapatkan bayaran.

“Home industri (konveksi) ini tidak boleh mati, karena ini menjadi sumber ekonomi masyarakat yang tidak memandang status akademik. Berbeda dengan bekerja di pabrik yang harus lulusan-lulusan tertentu, belum lagi persyaratan lain yang cukup merepotkan masyarakat,” kata legislator yang duduk di Komisi IV DPRD Karawang tersebut.

Ia mengungkapkan, pada 2023 lalu telah memberikan bantuan mesin jahit untuk masyarakat khususnya home industri di Dusun Karajan Desa Wancimekar melalui pokok pikiran anggota DPRD. Namun tentunya kebutuhan konveksi bukan hanya sebatas peralatan, tapi juga modal dan pasar.

“Insha Allah aspirasi yang disampaikan masyarakat ini akan saya bawa ke Pemerintah Daerah agar menjadi perhatian. Pemerintah Daerah harus mulai memberikan prioritas dalam mengatasi berbagai permasalahan UMKM untuk berkembang, termasuk konveksi topi di Desa Wancimekar ini. Bagimana pemerintah bisa memberikan bantuan modal, dan bagaimana pasar yang luas diciptakan agar para pengusaha konveksi bisa menjual hasil produksi dengan harga yang pantas,” tandasnya.(zak) 

Baca juga

Leave a Comment