25 Tersangka Pengedar Narkoba Diringkus Polisi, Kapolres Minta Mereka Tobat

KARAWANG – Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Karawang meringkus 25 pengedar narkotika jenis sabu, ganja, juga obat keras tertentu. Dari 25 tersangka itu, 4 orang diantaranya merupakan penjahat kambuhan (residivis) dalam kasus yang sama.

Penangkapan 25 tersangka perusak generasi muda tersebut dilakukan dari Desember 2024 hingga Januari 2025. “Kami lakukan penegakan hukum dari 19 laporan polisi yang masuk ke Polres,” ujar Kapores Karawang, Akun Komisaris Besar Wirdhanto Hadicaksono, saat menggelar konferensi pers terkait hal itu, Jumat (2/2/2024).

Disebutkan Wirdhanto, dari para tetsangka itu polisi menyita barang bukti berupa sabu seberat 135,02 gram, ganja kering 574,36, gram, 15 butir ekstasi, serta 12.829 obat keras tertentu.

Para tersangka diciduk dari beberapa kecamatan seperti, Karawang Kota, Klari Purwasari, dan Banyusari. Namun mayoritas tersangka berasal dari wilayah Karawang Kota.

“Empat tersangka merupakan residivis. Ini menjadi sebuah peringatan ke depan khususnya bagi residivis, kami tidak akan segan melakukan tindakan tegas dan terukur,” ujar Wirdhanto.

Disebutkan pula, dengan tertangkapnya 25 tersangka pengedar Narkoba itu ada 20.000 jiwa manusia yang berhasil diselamatkan dari penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Ke depan polisi tidak akan pernah merasa lelah untuk menangkap dan menindak pengedar narkoba perusak generasi muda.

Masih menurut Wirdhanto, para tersangka dijerat pasal yang sifatnya kolektif dan juga ada yang sifatnya parsial. Pasal yang akan digunakan untuk menjerat mereka adalah pasal 100 ayat 1 juncto 112 ayat 1 tentang narkotika dengan kaitan dengan penyediaan ataupun juga memiliki menyimpan dan menguasai narkotika golongan 1 dan bukan tanaman sehingga dapat dipidana dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan paling lama 12 tahun kurungan atau hukuman mati.

Kemudian untuk pengedat narkotika jenis sabu yaitu pasal 114 ayat 2 juncto 112 ayat 2 juga ini terkait massa memiliki menyimpan menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1 yang bukan tanaman (jenis sabu) yang beratnya itu melebihi 5 Gram mendapatkan ancaman hukuman yang lebih berat lagi, yaitu dengan hukuman penjara seumur hidup atau minimal 20 tahun penjara.
“Untuk penyalahgunaan obat keras tertentu dijerat pasal 135 Undang-undang tentang kesehatan yang dapat dipindahkan dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara,” kata Kapolres.

Dalam kesempatan itu Kapolres mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bisa menginformasikan kepada polisi jika melihat ada penyalahgunaan narkotika atau psikotropika serta obat-obatan tertentu lainnya di wilayah kabupaten Karawang. “Kami akan segera merespon laporan itu dengan cepat,” kata Wirdhanto.(red) 

Baca juga

Leave a Comment