Cikampek Wajah Kota Warga Dapil Lima, Kesan Kumuh Masih Sangat Melekat

KARAWANG-Cikampek merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Karawang. Namun dari pandangan masyarakat nama Cikampek sering kali dianggap juga meliputi beberapa kecamatan lain di sekitarnya, seperti Kotabaru, Tirtamulya, Jatisari dan Banyusari.

Sebagian besar masyarakat di kecamatan-kecamatan yang ada di daerah pemilihan lima Karawang tersebut menganggap bahwa Cikampek merupakan perwajahan kota bagi masyarakat. Sehingga banyak yang berharap tingginya perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang terhadap Cikampek.

Hingga hari ini beberapa permasalahan muncul dan belum bisa terselesaikan secara konkrit, seperti Pasar BOT yang selalu ada perseteruan antara pedagang dengan pengelola, Situ Kamojing yang rusak, Hutan Kota (Kebon Kembang) yang dianggap belum dimanfaatkan secara optimal, Taman Kota yang tidak terpelihara, Limbah di Bendungan Barugbug hingga Sungai Cilamaya dan juga tumpukan sampah di TPA Jalupang. Salah satu masalah yang kerap jadi buah bibir masyarakat dapil lima adalah pereajahan Cikampek yang kumuh.

Menanggapi hal itu, Tokoh Pemuda Cikampek Andre Lukman S.Kom., menyebut, Pemkab Karawang masih belum menunjukan keseriusannya dalam membangun Cikampek. Hal itu seolah Cikampek tidak dianggap sebagai bagian dari Karawang secara utuh.

Padahal, lanjut dia, dapil lima khususnya Cikampek dan Jatisari berbatasan langsung dengan Purwakarta dan Subang. Sehingga seharusnya Pemkab memberikan perhatian dengan menciptakan estetika yang baik.

“Kesan wajah kota yang kumuh masig sangat melekat di Cikampek. Apakah Pemkab Karawang nggak malu sama Purwakarta dan Subang yang berbatasan langsung sama Cikampek dan Jatisari?” cetus dia, Senin (2/8/2021).

Senada, Anggota Fraksi Golkar DPRD Karawang dari dapil lima, Fitri Meilinda mengatakan, pihaknya juga sangat menyayangkan minimnya perhatian Pemkab Karawang terhadap Cikampek. Salah satu bukti minimnya perhatian itu bisa dilihat dari Taman Kota Cikampek (Taman Pelangi) di bawah flyover yang seperti tidak terurus.

“Keberadaan Taman Pelangi bawah flyover seharusnya menambah estetika wajah Cikampek, namun karena kurang terurus kini malah jadi tempat parkir motor dan mobil. Belum lagi kesan kumuh di sekitar taman yang masih melekat,” ujarnya.

Politisi Partai Beringin itu menambahkan, rasa khawatir masyarakat akan musibah banjir yang datang setiap tahun juga masih belum teratasi. Hal itu karena kondisi infrastruktur Situ Kamojing hingga Sungai Cikarang Gelam yang butuh normalisasi.

“Masalah banjir juga harus jadi prioritas perhatian pemerintah. Setiap tahun ketika masuk musim hujan masyarakat selalu gelisah, karena banjir selalu datang tanpa bisa di prediksi,” ungkapnya.

Masih kata Fitri, sejatinya Cikampek sebagai wajah kota harus memiliki estetika yang baik.

“Cikampek itu sejatinya dikenal sebagai jalur emas, dimana banyak aktivitas hilir mudik dari sejumlah daerah di Pulau Jawa melalui Cikampek. Namun sayangnya estetika belum terlihat di wajah Cikampek,” tandasnya.

Baca juga