Akhiri Tahun 2020 Dengan Gemilang, Ini Capaian Prestasi PT Pupuk Kujang

Aktivitas di PT Pupuk Kujang.

KARAWANG-Sebagai salah satu anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Kujang sukses menutup tahun 2020 dengan berbagai catatan keberhasilan.

Adapun catatan keberhasilan tersebut diantaranya dengan keberhasilan transformasi bisnis dalam mendukung kinerja perusahaan melalui Peresmian Pabrik CO2 cair dengan kapasitas 50.000 ton per tahun, terlibat dalam proyek katalis merah putih melalui proses penandatanganan akta pendirian PT Katalis Sinergi Indonesia, mendapatkan jaminan alokasi pasokan gas dan harga gas bumi melalui penandatanganan amandemen PJBG dan LOA dengan PT Pertamina EP dan PT PHE ONWJ berdasarkan Permen ESDM Nomor 8 Tahun 2020 dan Kepmen ESDM Nomor 89 Tahun 2020 dan penandatangan PJBG dengan PGN sebesar 25 BBTUD untuk pasokan gas hingga akhir tahun 2021.

Keberhasilan lainnya dibuktikan melalui inovasi dalam bentuk kerjasama di bidang pertanian yang secara konsisten dan serius mendukung kesuksesan petani dalam mengelola usaha pertanian dengan melibatkan pemerintah, korporasi dan komunitas pertanian melalui beberapa program seperti Kujang Festival, Closed Loop dan Corporate Farming.



Prestasi lainnya diperoleh dari bidang mutu melalui GKM dalam ajang TKMPN 2020, di bidang lingkungan dengan mempertahankan penghargaan Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, di bidang manajemen melalui KPKU dengan naik ke kategori Emerging Industry Leader, mempertahankan sertifikat Emas SMP dengan nilai 97,27 dari Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam).

Berdasarkan data unaudited produksi pupuk Urea selama tahun 2020 sebesar 847.792 ton, Amoniak sebesar 564.797 ton dan NPK sebesar 140.911 ton. Adapun total penyaluran pupuk subsidi di wilayah Jawa Barat, Banten dan Sebagian Jawa Tengah sebesar 628 ribu ton sebanding dengan 91 persen dari ketentuan pemerintah.

Baca juga : Cegah Penyebaran COVID-19, Pupuk Kujang Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan

“Meskipun salah satu pabrik telah berusia lebih dari 45 tahun, namun melalui berbagai upaya yang dilakukan, kami berhasil menjaga produktivitasnya tetap baik,” kata Direktur Utama PT Pupuk Kujang, Maryadi, dalam keterangan rilisnya, Kamis (31/12/2020).

Meski targetnya terpenuhi, namun ada hal lain yakni mengenai tantangan strategis perusahaan, seperti kondisi ekonomi-politik global, ketersediaan gas dan pengalihan subsidi pupuk. Namun, Pupuk Kujang berusaha untuk terus adaptif bergerak lebih cepat dan kreatif dalam mendukung performa perusahaan. Melalui berbagai transformasi bisnis yang dilakukan dalam mendukung kinerja perusahaan di tengah berkembangnya pasar bebas di Indonesia sejak awal tahun 2020.

Sejak tahun 2020, peranan Pupuk Kujang sebagai ‘solusi andal agribisnis’ sejalan dengan visi PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai Agro Solution, yang kegiatannya melakukan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari proses awal budidaya, memastikan produktivitas meningkat dan membantu penyerapan hasil tani sampai kepada konsumen baik petani, pehobi maupun korporasi.

Di penghujung tahun 2020, dengan ditandatanganinya SPJB dengan distributor pupuk subsidi, Pupuk Kujang membuktikan komitmen dalam mendukung pemenuhan alokasi pupuk subsidi nasional sesuai penugasan pemerintah di tahun 2021. Sekaligus memperkuat posisi perusahaan di pasar komersil, baik domestik maupun ekspor. Selain itu, Pupuk Kujang juga memastikan jaringan pemasaran dan distribusi pupuk tersebar luas dan merata agar penyaluran pupuk dapat terserap dengan baik.

“Berbagai keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras insan Pupuk Kujang dalam mewujudkan produksi dan kinerja perusahaan yang baik. Untuk itu, kami berterima kasih atas kerjasama dan dukungan yang diberikan para pemangku kepentingan kepada kami,” tambah Maryadi.

Pupuk Kujang juga aktif membantu upaya Pemerintah dalam mencegah penyebaran COVID-19 di masyarakat dengan total nilai bantuan mencapai Rp1,2 miliar selama tahun 2020. Untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan perusahaan, Pupuk Kujang juga menerapkan berbagai aturan protokol Kesehatan yang wajib dilakukan karyawan, di antaranya penggunaan masker, gerakan wajib membawa hand sanitizer, menjaga jarak hingga kepatuhan untuk menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan.

“Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terkait pandemi ini, demi mengurangi risiko penularan dan memastikan kesehatan karyawan terjaga dan proses produksi perusahaan tidak terganggu,” tutup Maryadi. (rilis/red).

 

Baca juga

Leave a Comment