Cara Aman Lindungi Mata Dari Semprotan Gas Air Mata


Ilustrasi

PRASASTIJABAR.COM-Hampir di setiap aksi unjuk rasa kepolisian menggunakan gas air mata untuk menghalau atau pun membubarkan para demonstran yang rusuh. Sejarahnya, gas air mata pertama kali digunakan dalam Perang Dunia I oleh Prancis dan Jerman. Namun seiring waktu, gas air mata digunakan oleh penegak hukum sebagai pengontrol kerusuhan dan sebagai senjata kimia.

Dilansir dari hellosehat.com, gas air mata umumnya tidak mematikan, tetapi beberapa agennya beracun dan bisa memicu peradangan pada kulit, selaput lendir mata, hidung, mulut, serta paru-paru. Efek semprotan gas biasanya dapat mulai terasa dalam 30 detik setelah kontak pertama.

Gejala termasuk sensasi panas terbakar di mata, produksi air mata berlebihan, penglihatan kabur, kesulitan bernapas, nyeri dada, air liur berlebihan, iritasi kulit, bersin, batuk, hidung berair, sensasi tenggorokan tercekik, disorientasi, dan perubahan emosional drastis (kebingungan, kepanikan, dan kemarahan intens). Mereka yang mengalami kontaminasi berat juga dapat menderita muntah-muntah dan diare.

Jika Anda merasa akan terjebak dalam situasi yang rentan, mengenakan kacamata pelindung adalah perlindungan terbesar yang bisa Anda miliki. Anda dapat menggunakan kacamata renang jika kacamata khusus pelindung bahan kimia tidak tersedia.

Anda juga bisa mencegah risiko sesak napas akibat menghirup gas dengan merendam bandana atau handuk kecil dalam jus lemon atau cuka, dan simpan dalam sebuah kantong plastik. Anda dapat bernapas melalui kain yang diasamkan tersebut selama beberapa menit untuk memberikan tambahan waktu melarikan diri.

Tindakan terbaik untuk menghadapinya adalah tetap tenang dan cari udara segar. Segera mendongak ke atas ketika Anda mendengar tembakan, dan hindari berada di jalur yang sama dengan granat. Keluar dari kerumunan dan cari tempat yang aman dengan sirkulasi udara lancar. Lawan arah angin atau pergi ke tempat yang lebih tinggi.

Setelah Anda berhasil lolos ke tempat aman, efek gas akan mereda sendiri kurang lebih dalam 10 menit. Jika Anda memakai lensa kontak, segera lepaskan. Langsung cuci mata dan wajah dengan larutan saline steril atau air bersih sampai gejala iritasi mereda. Cara lainnya, guyur seluruh badan dengan susu. Susu adalah salah satu cara untuk menetralisir efek gas air mata yang dipercaya mampu meringankan rasa sakit.

Jika Anda tidak mengenakan kacamata pelindung, kacamata renang, atau masker gas, tutupi wajah dengan bagian dalam baju. Dengan begitu, Anda bisa mengulur waktu untuk mendapatkan sedikit udara yang tidak terkontaminasi gas. Namun jika baju Anda sudah kena semprot terlalu banyak, cara ini akan percuma. Segera lepaskan baju Anda agar paparan gas tidak semakin mengiritasi kulit. Kulit yang terkena gas harus dicuci dengan sabun dan air. Kulit yang mengalami gejala luka bakar dapat diperban.

Apabila menghirup gas membuat Anda kesulitan bernapas, dapatkan bantuan oksigen tambahan. Dalam beberapa kasus, kesulitan bernapas karena gas air mata juga dapat cepat ditanggulangi dengan menghirup inhaler asma (obat hirup). (red).

Baca juga

Leave a Comment