Berujung Keracunan, Koperasi Pengelola Konsumsi Pegawai RSUD Cianjur Akui Lalai

RSUD Sayang Cianjur tampak dari depan.

CIANJUR-Koperasi Karyawan Mitra Bakti pengelola konsumsi pegawai RSUD Cianjur, Jawa Barat, mengakui adanya kelalaian dalam pemeriksaan masa kadaluarsa makanan yang akan didistribusikan, hingga berujungnya sejumlah kayawan mengalami keracunan.

Sekretaris Koperasi Karyawan Mitra Bakti, Agus Nurdin, mengatakan, pihaknya menduga telah terjadi kesalahan dari pihak distributor yang memberikan pasokan susu Indomilk yang sudah kadaluarsa.

“Konsumsi tambahan untuk pegawai memang setiap harinya diberikan, terutama untuk pegawai yang bertugas malam hari atau shift tiga. Ada sekitar 120 pegawai yang bertugas pada Jumat (28/9/2019) malam, seluruhnya diberi makanan tambahan, berupa mie instan dan susu,” katanya, Senin (30/9/2019).

Baca juga : Diduga Konsumsi Susu Kadaluarsa, Karyawan RSUD Cianjur Keracunan

Menurutnya, setiap jenis makanan dan minuman yang dibagikan biasanya dibeli langsung dari pertokoan, ataupun ada distributor yang mengirimkan. Ketika pembelian dan sebelum pembagian, biasanya petugas koperasi melakukan pemeriksaan terhadap setiap makanan dan minuman, terutama kaitan masa kadaluarsanya.

“Kalau biasanya sesuai dengan SOP yanga diperiksa dari awal pembelian, pengiriman, dan ketika barang datang. Mungkin ada kelalalian sehingga tidak terperiksa,” bebernya.

Menurutnya, dari beberapa dus susu yang datang, hanya ada satu dus atau 24 pcs susu yang kadaluarsa, sedangkan selebihnya masa kadaluarsanya masih lama. Kejadian keracunan yang diduga diakibatkan susu kadaluarsa tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pihak koperasi agar lebih teliti pada setiap produk yang masuk dan akan didistribusikan ke pegawai.

Baca juga : Buntut Keracunan, Karyawan RSUD Cianjur Bakal Lapor Polisi

“Kan itu sudah dari Agustus kadaluarsanya, jadi kemungkinan dari sananya juga sudah kadaluarsa, jadi ada kesahalan juga. Rencananya hari ini pihak distributor dan Indomilk akan datang untuk klarifikasi dan bertanggungjawab. Kami juga sudah proses dugaan tersebut. Kami pastikan tidak ada lagi kejadian serupa,” pungkasnya. (zie/tif).

Baca juga

Leave a Comment