fbpx

Antisipasi Covid-19, Ini Imbauan MOI Karawang Kepada Jurnalis Saat Liput Berita

Pengurus DPC MOI Karawang.

KARAWANG-DPC MOI Kabupaten Karawang mengimbau para anggotanya agar berhati-hati dalam meliput berita, termasuk menghindari kontak fisik langsung dengan siapapun dan cukup menghubungi melalui telepon seluler atau chat memanfaatkan aplikasi perpesanan kepada narasumber.

“Saya sebagai Ketua DPC MOI Kabupaten Karawang meminta anggota dalam menjalankan profesi wartawan jangan terlalu mengambil risiko, tidak ada berita sebanding nyawa,” ujar Latifudin Manaf saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2020).

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tidak terpapar virus Corona, di antaranya tidak melakukan kontak atau bersentuhan langsung dengan siapapun, alangkah baiknya cukup melalui telepon saja. Juga harus dimengerti oleh pejabat pemerintahan maupun swasta agar melayani semua informasi dan data yang diperlukan jurnalis.

“Kami meminta pejabat pemerintah maupun swasta harus kooperatif terhadap wartawan, jangan alergi saat dihubungi,” tegasnya.

Baca juga : Cegah Covid-19, PDIP Karawang Semprot Disinfektan 1.000 Rumah Warga dan Bagikan Hand Sanitizer

Seperti halnya Satgas Covid-19 Kabupaten Karawang dinilai kurang kooperatif dengan media. Padahal, ucapnya, media bisa djiadikan mitra strategis untuk menyampaikan informasi yang sifatnya edukatif kepada masyarakat soal wabah Covid-19. Pasalnya, di lapangan awak media kerap mendapat sejumlah informasi yang kebenarannya perlu dikonter oleh Satgas Covid-19.

“Jangan sampai informasi menyesatkan soal Covid-19 berkembang di masyarakat yang dampaknya bisa masyarakat makin horor. Nah saat kami mengonfirmasi ke Satgas mohon direspon cepat supaya masyarakat mendapat informasi yang benar,” ujarnya.

Tidak kalah pentingnya juga, harapnya, jurnalis dalam mencari, menyusun dan mempublikasikan berita atau karya jurnalistik lainnya seperti gambar maupun suara agar tidak memunculkan kepanikan.

Baca juga : Dishub Karawang Siapkan Bilik Sanitasi di Terminal Klari

“Kami imbau agar menulis berita yang bisa menenangkan dan mengedukasi masyarakat terkait virus Corona,” ujarnya.

Ia menambahkan, rekan-rekan jurnalis dalam lakukan kegiatan jurnalistik virus Corona tetap berpegang teguh pada kode etik jurnalistik Pasal 9, juga perhatikan Pasal 17 huruf (h) UU Nomor 14 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Dalam Pasal 9 kode etik jurnalistik wartawan wajib menghormati narasumber tentang hak pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik. Pada pasal 17 UU Nomor 14 melarang identitas dan riwayat kesehatan seseoang dibuka ke ranah publik tanpa seizin bersangkutan,” pungkasnya. (red).

Baca juga

Leave a Comment