fbpx

Isu Pasar Rengasdengklok Mau Tutup Gara-Gara Covid-19, Suroto : Itu Hoaks

Pasar Rengasdengklok/net.

KARAWANG-Kabar soal bakal ditutup sementara Pasar Rengasdengklok mulai Jumat (27/3/2020) mulai merebak di kalangan masyarakat, khususnya di kalangan ibu rumah tangga. Penutupan pasar tersebut disinyalir gara-gara virus Corona atau Covid-19 yang sedang mewabah di Kabupaten Karawang.

Menanggapi kabar itu, Kepala Dinas Perindsutrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Karawang, Ahmad Suroto, mengatakan, jika kabar tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya alias hoaks.

“Itu (kabar) hoaks,” katanya kepada Prasastijabar.co.id, Rabu (25/3/2020) malam.

Ia menjelaskan, penutupan Pasar Rengasdengklok hanya sekedar isu. Bahkan, tak hanya isu Pasar Rengasdengklok yang mau tutup, juga Pasar Karawang diisukan mau ditutup.

“Semua pasar di Karawang buka seperti biasa, gak ada perubahan,” tegasnya.

Baca juga : Antisipasi Covid-19, Ini Imbauan MOI Karawang Kepada Jurnalis Saat Liput Berita

Suroto meminta kepada masyarakat tidak usah panik dan khawatir karena stok sembako masih aman tersedia.

“Insya Allah besok mantri pasar kita panggil semua untuk menyosialisasikan ke pedagang bahwa semua pasar buka enggak ada yang tutup,” beber mantan Kadisnakertrans Karawang ini.

Suroto berjanji akan menindak tegas oknum-oknum yang menyebarkan hoaks pasar mau ditutup.

“Ya itu (oknum) yang bikin isu-isu enggak benar, memanfaatkan situasi yang bikin resah masyarakat.yang harus kita tindak, nanti kita akan koordinasi dengan kepolisian,” ungkapnya.

Suroto juga menegaskan, sekalipun nanti ada program penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran Covid-19, tidak sampai menutup Pasar Rengasdengklok.

Baca juga : Ini Langkah RS Lira Medika Untuk Kenyamanan Pasien Ditengah Mewabahnya Covid-19

“Saat ini kita belum ada rencana penyemprotan disinfektan ke dalam pasar. Kalaupun ada biasanya di lingkungan luar pasar,.untuk ke dalam.pasar di tiap pintu masuk disiapkan hand sanitizer,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau untuk tidak percayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

“Berkaitan dengan pasar,.distribusi barang.operasional pusat perbelanjaan dan toko swalayan sumber infornasinya satu pintu, yakni melalui Disperindag,” pungkasnya.

Terpisah, seorang warga Desa Kertamulya, Kecamatan Pedes, Rohani, mengatakan, dirinya sempat kaget saat berbelanja ke Pasar Rengasdengklok, harga sembako melonjak cukup tajam.

“Kentang yang biasanya kisaran Rp7-Rp8 ribu kini naik jadi Rp15 ribu. Bawang merah biasanya Rp20 ribuan, kini melonjak jadi Rp45 ribu,” bebernya.

Kenaikan harga sembako dan sayur mayur tersebut, lanjutnya, karena menurut para pedagang bahwa Pasar Rengasdengklok mau tutup pada Jumat besok.

“Katanya sih mau tutup pasarnya. Enggak tahu sih ditutupnya karena apa,” ujarnya. (red).

Baca juga

Leave a Comment