fbpx

Antisipasi Adanya Korban Jiwa, 122 Warga Terdampak Pergerakan Tanah Mengungsi

Sejumlah warga mengungsi dikediaman warga sekitar untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa akibat pergerakan tanah

CIANJUR-Sebanyak 122 orang warga Kampung Cibadak RT02/08, Desa Sukamahi, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur mengungsi, karena terkena dampak bencana pergerakan tanah. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa jika sewaktu-waktu terjadi longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Dedi Supriadi mengatakan, sebanyak 122 warga yang diungsikan tersebut merupakan penduduk dari 42 rumah yang terdampak pergerakan tanah.

Baca Juga: 30 Rumah Terancam Tertimbun Setelah Terjadi Pergerakan Tanah

“Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebanyak 122 warga tersebut saat ini sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman,” katanya saat dihubungi melalui telpon selular, Rabu (8/1/2020).

Ia menuturkan, masyarakat tersebut mengungsi ke rumah warga lain dan kerabatnya yang tidak jauh dari lokasi pergerakan tanah.

“Selain mengungsi dikediaman warga sekitar, sejumlah warga pun diungsikan di Pondok Pesantren, dan ditenda darurat milik BPBD Cianjur yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi,” jelasnya.

Baca Juga: Kuasa Hukum Adik Plt Bupati Cianjur Angkat Bicara Soal Dugaan Penipuan Proyek APBD

Terkait bantuan makanan, obat-obatan dan pakaian, lanjut Dedi, pihakya mengaku telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur.

“Soal bantuan telah dikoordinasikan, mudah-mudahan bantuan tersebut dapat segera tersalurkan, sehingga segala keperluan paea pengungsi dapat terpenuhi,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya hingga kini masih menunggu kajian dari BMKG terkait perkiraan cuaca dan pergerakan tanah diwilayah tersebut. Tetapi Dedi memastikan sebanyak 122 pengungsi dalam keadaan aman.(zie/zak)

Baca juga

Leave a Comment