
Kondisi Maulana dirawat di RS Lira Medika.
KARAWANG-Muhamad Maulana (14), siswa kelas sembilan SMPN 2 Tirtamulya alami peristiwa nahas. Ia jadi korban sabetan senjata tajam berupa clurit dan gosir (gergaji batu es-red) yang diduga pelakunya dari siswa SMP PGRI Lemahabang di Desa Kertawaluya, Kecamatan Tirtamulya, pada Kamis (17/10/2019) jelang Magrib.
Menurut ayah korban, Asep Mulyadi, usai dikeroyok dengan senjata tajam, putranya tersungkur bersimbah darah. Warga yang menyaksikannya langsung membawa korban ke Klinik Wadas Medika untuk mendapatkan pertolongan pertama.
“Kemudian anak saya dibawa ke RS Lira Medika karena luka yang dialaminya cukup berat dan parah,” ucap Asep ketika ditemui Prasastijabar.com di RS Lira Medika, Sabtu (19/10/2019).
Baca juga : Jelang Magrib Siswa SMP Tawuran, Satu Pelajar Terluka Parah Kena Clurit
Asep membeberkan, putranya alami sabetan senjata tajam di pingggang kanan dan pinggang kiri serta paha dengan luka yang menganga lebar, sehingga habiskan darah cukup banyak.
“Setiba di RS Lira Media, anak saya dimasukan ke ruangan HCU di lantai 4 untuk mendapatkan perawatan intensif,” ujarnya.
Asep mengatakan, buntut sabetan senjata tajam, darahnya masuk ke paru-paru sehingga perlu dilakukan penyedotan supaya darah keluar dari paru-paru.
Baca juga : SMPN 2 Tirtamulya Akui Siswanya Jadi Korban Tawuran Alami Luka Parah Diclurit
“Karena banyak darah yang keluar, pihak rumah sakit habiskan tiga botol darah dan 30 jahitan di tubuh anak saya,” lirihnya.
Asep mengaku, kondisi putranya kini berangsur-angsur mulai membaik dan sudah bisa diajak berkomunikasi. Namun Asep tidak mengetahui pasti kapan waktunya putranya keluar dari rumah sakit
Asep menambahkan, pihaknya telah melaporkan pelaku ke pihak kepolisian dan meminta pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Baca juga : Ayah Siswa SMP Tirtamulya Korban Bacok Lapor Polisi
“Saya hanya ingin pelaku ditangkap dan dihukum setimpal,” pungkasnya. (red).
