
Tumpukan sampah yang berserakan di wilayah Cipanas Kabupaten Cianjur
CIANJUR-Relawan Indonesia Pembela Alam (RIMBA-RBA) menilai kepedulian calon Kepala Daerah Cianjur, terhadap lingkungan sangat minim. Semua terlihat dari program atau visi misi mereka yang dinilai ngambang.
Ketua RIMBA-RBA, Wiwid Arengga mengatakan, terlalu banyak calon Kepala Daerah berkampanye yang menurutnya program dari mereka masih ngambang atau tidak spesifik. Selain itu visi misi terkait lingkungan belum ada yang kongkrit.
“Kita ambil contoh, misalkan pemerintah akan menyelesaikan persoalan sungai yang saat ini terancam akibat sampah sehingga terjadi banjir, tapi mereka tidak pernah membahas anggarannya berapa, dari mana, mereka tidak pernah membahas sejelas itu sebagai bukti keseriusan,” ujarnya, Selasa (8/9/2020).
Menurutnya, sering terjadinya banjir di Cianjur pada akhir-akhir ini kemungkinan dikarenakanmereka belum mampu untuk serius dalam memperhatikan lingkungan.
Ia menegaskan, logikanya, para calon tersebut berani atau tidak menganggarkan anggaran untuk program tesebut dikala mereka terpilih.
Ia mengungkapkan, semua calon kepala daerah saat berkampanye hanya berbicara soal program, tapi tidak ada yang berbicara tentang lingkungan.
“Adapun berbicara tentang lingkungan itu hanya global, tidak ada yang benar-benar spesifik,” ungkapnya.
Ia menilai para calon hanya bebrbicara soal kesejahteraan rakyat akan tetapi tidak pernah berbicara soal lingkungan.
“Pada kenyataannya masyarakat tetap saja tidak sejahtera, apalagi selama ini pemerintah tidak pernah mengalokasikan anggaran secara rinci terkait untuk lingkungan,” ucap Wiwid.
Ia mengungkapkan terkait lingkungan, harusnya pemerintah berperan aktif untuk menyadarkan masyarakat terhadap keperdulian lingkungan, salah satunya dengan membuat pos kesadaran lingkungan yang dibentuk di setiap RT.
“Itu kan harus dianggarkan oleh pemerintah, karena selama ini jika kita melihat di setiap kampung belum ada bak sampah serta pos pemantau kesadaran lingkungan,” bebernya.
Ia juga menambahkan, sejauh ini pemerintah belum ada data spesifik terkait mitigasi bencana di setiap desa.
“Karena setiap desa punya pitensi bencana yang berbeda-beda, untuk Cipanas saja potensi bencananya pasti beda, jadi pemetaanya seperti apa, penanganannya seperti apa itu pemerintah belum punya data seperti itu,” pungkasnya.(wan/zak)
