
MAHAL: Salah satu penjual masker di toko online menjual masker dengan harga Rp. 400 ribu per boks. Sebelumnya, harga masker hanya Rp. 20 ribu hingga Rp. 30 ribu per boks
KARAWANG – Ramainya pemberitaan kasus pertama virus corona di Kota Depok, membuat sebagian masyarakat Karawang khawatir. Demi mengantisipasinya, sabun pembersih tangan (hand sanitizer) dan masker menjadi buruan masyarakat. Namun, kedua barang tersebut kini sangat sulit didapatkan.
Pantauan wartawan prasastijabar.com, di sejumlah apotek dan minimarket, kedua barang tersebut stoknya menipis, bahkan habis. Seperti yang dialami Tia Astriyani (25), warga Kp. Sukamanah, Kelurahan Karawang Wetan yang mengaku sulit mendapatkan masker.
Ia menelusuri seluruh apotek dan toko alat kesehatan dari Jalan Tuparev hingga Jalan Kertabumi, Senin (2/4/2020) malam. Namun, hasilnya nihil. “Tadi udah coba berusaha cari di minimarket. Tetap saja masker tidak ada. Kalau hand sanitizer masih mudah didapat,” kata Tia.
Tia mengatakan, harga masker satu box dengan isi 50 sebelumnya dia beli dengan harga Rp. 22 ribu. Namun, diutarakannya, pasca isu virus corona, harga per box naik hingga 10 sampai 15 kali lipat. “Terakhir cek harga awal Februari harganya udah sampai 200 ribu rupiah per box. Itupun pesan via online,” ujar Tia.
Salah satu penuturan apoteker yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, bahwa stok masker diakuinya sulit didapatkan. Karena bahan baku dari Cina langka pasca merebaknya virus corona. Di apoteknya yang berada di Jalan Tuparev, membenarkan adanya kenaikan harga hingga 10 kali lipat. “Persediaan barangnya yang sulit. Kalaupun ada iya harga bisa sampai tinggi,” katanya. (red)
