Mendadak, Puluhan Pekerja PT Solvi Darangdan Kesurupan

Pekerja PT Solvi yang kesurupan saat mendapatkan penanganan di Puskesmas Darangdan.

PURWAKARTA– Puluhan pekerja CV Solvi Indonesia yang berlokasi di Kampung Darangdan Rt18/05 Desa Darangdan, Keacamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta mendadak mengalami kesurupan massal pada Senin (17/2/2020) siang.

Kejadian tersebut sempat membuat kaget dan panik sejumlh pekerja lainya yang saat itu tengah melakukan rutintas di perusahaan dibidang garment tersebut.

Salah seorang saksi mata yang juga merupakan pekerja ditempat tersebut, Rani (40) mengatakan, kejadian bermula ketika salah seorang pekerja tiba- tiba menangis dan menjerit histeris dari dalam toilet perusahaan tersebut sekira pukul 11. 00 Wib.

Baca Juga : Bupati Purwakarta Bakal Tindak Tegas Perusahaan Buang Limbah ke Sungai

“Awalnya yang mengalami kerasukan hanya satu orang, tak lama kemudian beberapa karyawan lainnya turut kesurupan juga,” Ujarnya.

Sebagai tindakan pertolongan, puluhan korban kesurupan yang didominasi perempuan tersebut sempat mendapatkan pertolongan warga dan tokoh masyarakat setempat hingga sebagian di evakuasi ke Puskesmas Darangdan yang tak jauh dari lokasi perusahaan.

Baca Juga : Bandel, Meski Telah Disegel CV Solvie Tetap Beroperasi

“Setelah sempat dibantu warga, sebagian sudah ada yang kembali sadar dan sebagian dibawa ke Puskesmas” terangnya.

Rani menyebutkan, jika kejadian kesurupan tersebut baru pertama kali terjadi semenjak ia bekerja beberapa bulan terakhir ini.

“Sebelumnya gk pernah ada yang kesurupan di pabrik, dan ini baru pertama kalinya” jelasnya.

Sementara, menurut salah satu pegawai puskesms Darangdan yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, keadaan puskesmas sempat riuh saat kedatangan puluhan pasien kesurupan pekerja PT SOLVI.

“Iya benar ada banyak pekerja PT Solvi yang kesurupan dibawa kesini(Puskesmas Darangdan- Red), tapi jumlah pastinya kami belum sempat mendatanya karena kami kewalahan menerima pasien banyak yang datang berbarengan seperti itu, kita utamakan pertolongan saja dulu” ungkapnya.

Setelah sempat mendapatkan penangann medis, ditambhkannya, beberapa pekerja sudah diperbolehkan pulang sementra kebanyakn saat ini masih dalam penanganan pihak Puskesmas.

“Sudah ada yang pulang, tapi bnyak juga yang masih dalam penanganan” pungkasnya. (wes/dn)

Baca juga