
Santri tewas saat di Klinim Aqma.
PURWAKARTA-Seorang santri Pondok Pesantren Al-Mutohar Plered, tewas akibat tersengat setrum pada kabel otomatis jet pump yang berada di lantai tiga asrama santri putra di komplek pesantren tersebut yang berlokasi di Kampung Legok, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.
Peristiwa yang menimpa santri yang diketahui bernama Irfan (19) warga Kampung Sukarela, Desa Sukarela, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang itu diperkirakan terjadi pukul 22.30 WIB pada Rabu, (29/1/2020) malam.
Kapolsek Plered, Kompol Slamet Harijanto, membenarkan peristiwa itu pertama kali diketahui teman korban bernama Rafli (16) yang saat itu menyaksikan dan sempat berupaya menolong korban.
Baca juga : Caci Maki Polisi di Medsos, Pengguna Instagram ini Terancam 6 Tahun Penjara
“Korban ditemukan sudah dalam keadaan tergeletak di lantai tiga gedung santri putra dekat penampungan air (torn) sambil memegang kabel otomatis pompa air jetpam,” katanya, Kamis (30/1/2020).
Saat melihat apa yang terjadi pada korban, lanjut Kapolsek, saksi sempat turut terkena sengatan arus listrik saat berupaya menolong korban. Namun upaya tersebut tidak berhasil dan korban pun tidak tertolong.
“Selanjutnya teman korban ini meminta bantuan kepada teman-temannya dan korban di bawa ke Klinik Aqma Plered untuk di lakukan pertolongan oleh tim medis namun pada saat korban di periksa oleh tim medis korban sudah dalam keadaan meninggal dunia akibat sengatan aliran listrik yang bersumber dari kabel otomatis pompa air jet pam tersebut,” ungkapnya.
Baca juga : Polres Purwakarta Tinjau Lokasi Galian Tanah di Sukatani
Mengetahui hal itu, pihak Pondok Pesantren pun berkordinasi dengan pihak kepolisian dan keluarga korban hingga mengantarkan jenazah korban kepada keluarga di kampung halamannya.
“Pihak terkait sepakat menganggap hal ini sebuah musibah dan korban sudah diantarkan ke keluarga untuk dikebumikan,” pungkasnya. (wes/tif).
