20 Istilah kata dalam Investasi Saham, Pemula Wajib Tau!

Salah satu hal yang harus diketahui bagi siapapun yang baru memulai untuk investasi saham, yaitu beberapa istilah kata yang sering digunakan dalam kegiatan investasi.

Seperti yang sempat dituliskan pada artikel sebelumnya tentang “Investasi Saham Memang Menggiurkan. Tapi, Perhatikan 4 Hal Mendasar Ini Sebelum Memulai!”, sebelum kita memulai melakukan investasi, kita harus memulainya dengan cara mempelajari semua hal tentang investasi, termasuk istilah-istilah yang sering digunakan.

Hal ini sangat penting, agar kegiatan investasi saham bisa berjalan lancar. Berikut dibawah ini beberapa istilah kata dalam Investasi Saham yang kami rangkum dari beberapa sumber :

1. Perusahaan Sekuritas (Broker)

Perusahaan Sekuritas merupakan pihak atau perusahaan yang bertugas sebagai perantara antara investor dan pasar modal dalam proses transaksi jual-beli saham.

Karena perusahaan tersebut memiliki wewenang untuk menjalankan transaksi tersebut. Ada beberapa perusahaan sekuritas yang saat ini ada di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah PT. Ajaib Sekuritas Asia, MNC Securitas, Mandiri Securitas, BNI Securitas, dan yang lainnya.

Baca juga: Cara memilih perusahaan sekuritas untuk memulai investasi saham

2. Efek

Efek adalah surat berharga yang diperjual-belikan dalam pasar modal. Surat berharga yang dimaksud adalah surat berharga komersial, surat pengakuan utang, saham, tanda bukti utang, kontrak berjangka atas efek, obligasi, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, dan setiap derivatif dari efek lainnya.

Bagi yang belum mengetahui derivatif, derivatif merupakan kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain.

Sedangkan obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh entitas pemerintahan atau perusahaan dengan jangka waktu tertentu. Artinya bahwa penerbit surat utang tersebut berarti mengakui telah berhutang pad pembeli obligasi sesuai dengan waktu jatuh tempo yang disepakati.

3. Bursa Efek

Bursa efek adalah pihak penyelenggar atau penyedia sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan untuk memperdagangkan efek diantara mereka.

4. Emiten

Pihak perusahaan yang menawarkan efek pada investor melalui penawaran yang terbuka untuk publik.

5. IHSG

IHSG merupakan kepanjangan dari Index Harga Saham Gabungan. Artinya adalah IHSG ini merupakan indikator pergerakan seluruh harga saham yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI).

6. Initial Public Offering (IPO)

Singkatnya IPO ini merupakan penawaran pertama kalinya dari perusahaan yang baru terdaftar di bursa efek.

7. Saham Blue Chip

Saham Blue Chip adalah saham lapis satu yang memiliki harga tinggi dan volatilitas cenderung rendah, serta fundamental perusahaan yang kuat. Saham Blue Chip ini memiliki peran untuk menggerakkan IHSG.

8. Saham Middle Cap

Saham Middle Cap yaitu saham lapis kedua dengan kapitalis pasar antara Rp500 miliar sampai dengan Rp10 triliun. Biasanya, saham middle cap ini berasal dari perusahaan yang masih berkembang, karena sahamnya cenderung stabil.

9. Saham Small Cap

Saham Small cap merupakan saham lapis tiga dengan kapitalis pasar dibawah Rp500 miliar.

10. Capital Gain dan Capital Loss

Capital Gain merupakan istilah dalam saham yang berarti adanya kenaikan harga jual daripada harga beli suatu efek, yang membuat investor mengalami keuntungan. Sedangkan Capital Loss merupakan kebalikannya, yakni adanya penurunan harga efek. Tentunya hal tersebut membuat investor mengalami kerugian.

11. Bullish dan Bearish

Bullish merupakan kecenderungan kenaikan harga saham, sedangkan Bearish merupakan kecenderungan penurunan harga saham.

12. Buyback

Buyback merupakan kegiatan membeli kembali saham-saham yang dimiliki publik oleh emiten. Sehingga saham-saham yang sebelumnya millik publik, maka akan kembali ke tangan perusahaan tersebut.

13. Profit Taking

Profit taking merupakan pengambilan keuntungan oleh investor dengan cara menjual seluruh atau sebagian sahamnya saat harga saham mengalami kenaikan.

14. Cut Loss

Cut loss merupakan upaya investor untuk membatasi kerugian dengan cara menjual saham yang dimilikinya. Hal tersebut biasanya diakibatkan oleh harga saham yang terus mengalami penurunan.

15. Stop Loss

Stop Loss merupakan teknik order saham yang dimana investor mengandalkan fungsi otomatis dari sistem saat posisi harga saman menyentuh level tersebut. Artinya bahwa transaksi tersebut akan secara otomatis terjadi saat sebuah saham berada pada kisaran harga yang ditentukan saat melakukan pengaturan order.

16. Auto Reject

Auto Reject ini merupakan penolakan secara umum oleh Jakarta Automatd Tradin System (JATS) terhadap penawaran jual atau permintaan beli efek karena melampaui batasan harga bursa.

Dikalangan para trader, auto reject ini dibagi menjadi dua istilah, yaitu Auto Reject Atas (ARA) dan Auto Reject Bawah (ARB). Batasan harga tersebut, setiap saham memiliki perbedaan tergantu nilai saham yang diperjual belikan.

17. Halting

Halting adalah penghentian sementara seluruh perdagangan saham karena kenaikan atau penurunan harga yang signifikan tanpa informasi yang relevan.

18. Dividen

Dividen merupakan laba atau pendapatan perusahaan yang ditetapkan oleh direksi dan disahkan oleh rapat pemegang saham untuk dibagikan kepada pemegan saham.

19. Dividend Payout Ratio

Ini merupakan nilai atau prosentase tertentu dari laba perusahaan yang dibayarkan sebagai dividen kepada pemegang saham.

20. Dividend Yield

Merupakan jumlah dividen tahunan dari emiten yang dinyatakan dalam presentase dari harga pasar terakhir dari saham perusahaan tersebut.

Baca Juga: Investasi Saham Memang Menggiurkan. Tapi, Perhatikan 4 Hal Mendasar Ini Sebelum Memulai!

Baca juga

Leave a Comment