5 Prinsip Rasulullah dalam Berbisnis

Untuk memulai bisnis memang tidak semudah yang kita bayangkan. Perlu ada pondasi kuat agar bisnis yang kita jalani bisa berjalan dengan lancar. Begitupun ketika bisnis sudah mulai berjalan, perlu adanya usaha untuk mempertahankan agar bisnis tersebut bisa selalu berjalan dengan baik.

Dalam berbisnis perlu adanya prinsip yang bisa dijadikan pegangan ketika suatu bisnis dilanda masalah yang mengakibatkan kerugian.

Banyak hal yang sudah Rasulullah contohkan untuk umatnya dalam urusan bisnis. Mulai dari menjaga kepercayaan, jujur dalam bertransaksi hingga bersedekah.

Berikut dibawah ini telah kami rangkum dari berbagai sumber tentang beberapa prinsip yang Rasulullah terapkan dalam berbisnis.

1. Menjaga Kepercayaan

Pakar ekonomi syariah, Dr. Muhasmmad Syafii Antono, M.Ec menyatakan bahwa modal utama Rasulullah dalam berbisnis adalah kepercayaan dan kompetensi.

“Yang menjadi number one capital dalam bisnis ala Rasulullah adalah kepercayaan (trust) dan kompetensi,” ujarnya.

Rasulullah memulai usahanya dari kecil, dari sekedar menjadi pekerja, kemudian dipercaya menjadi supervisor, manager dan kemudian menjadi investor.

Perkembangan tersebut merupakan pelajaran bagi umatnya bahwa dalam membangun bisnis yang baik itu harus diawali dengan kepercayaan.

Keberhasilan Rasulullah dalam membangun bisnis, tidak lepas dari ciri utama beliau dalam berbisnis, yaitu menjaga kepercayaan, atau amanah dalam berbisnis.

Maka sangat pantas jika beliau mendapatkan gelar Al-Amin (orang yang dapat dipercaya).

2. Bersedekah

Walaupun mempunyai sumber income yang banyak, Sebagai seorang pengusaha dan pemimpin, Rasulullah tidak bisa melihat ada umat yang menderita.

Beliau tidak pernah ridha jika harus melihat kemiskinan di sekitarnya atau kelaparan di depan matanya.

“Beliau menyedekahkan begitu banyak hartanyanya dan mengambil sedikit saja untuk diri dan keluarganya,” Laode M. Kamaludin. Ph.D dalam bukunya yang berjudul “14 Langkah Bagaimana Rasulullah SAW Membangun Kerajaan Bisnis”.

3. Jujur Dalam Bertransaksi

Kejujuran dan keterbukaan Rasulullah dalam melakukan transaksi perdagangan merupakan teladan bagi seorang pengusaha generasi selanjutnya.

Dalam beberapa kisah disebutkan bahwa Rasulullah akan memaparkan sebuah produk sesuai dengan yang sebenarnya. Rasulullah akan mengatakan bagus jika memang produk yang dibisniskan memang bagus.

Begitupun sebaliknya, beliau tidak segan memaparkan kekurangan suatu produk jika memang produk tersebut memiliki kekurangan.

4. Bertanggung Jawab

Dalam berbisnis, beliau sangat bertanggung jawab terhadap apapun yang berkaitan dengan tugas-Nya. Terutama jika berkaitan dengan kepuasan pelanggan.

Beliau selalu menepati janji dan menjaga kualitas barang yang diantarkan, dengan tujuan agar tidak ada keluhan dan kekecewaan dari pelanggan.

Menjaga integritas merupakan salah satu ciri khas Rasulullah dalam berbisnis.

5. Rendah Hati

Walaupun Rasulullah merupakan seorang pengusaha sukses dan juga seorang pemimpin umat, beliau tidak menganggap dirinya sebagai orang yang paling mampu berbisnis sendiri.

Beliau lebih mengutamakan sinergitas dalam berbisnis. Beliau sangat pandai dalam bersyukur dan bahkan tidak segan mengucapkan terima kasih.

Sumber: islampos.com

Baca juga

Leave a Comment