10 Ribu Warga Karawang Jadi Korban Kebocoran Minyak Pertamina

Sejumlah petugas dari Pertamina membersihkan minyak mentah di pesisir pantai Karawang menggunakan pakaian khusus. (Foto : Adit/Praja).

KARAWANG – Bupati Karawang, dr Hj Cellica Nurrachadiana menyatakan jika PT. Pertamina ONWJ segera memberikan kompensasi kepada korban bencana kebocoran minyak mentah di wilayah pesisir Karawang. Total ada 10 ribu lebih warga yang terdampak.

Jumlah warga yang terdampak, bahkan, semakin hari terus bertambah sehingga dapat berpotensi memunculkan kerawanan sosial. “Catatan terakhir jumlah warga yang terdampak mencapai 10.388 orang,” kata Bupati.

“Kami sudah bertemu dengan Pertamina dan juga pejabat BUMN untuk membahas soal kompensasi yang akan diberikan oleh Pertamina,” kata Bupati di Batujaya, Rabu (11/9/2019).

Diakui Cellica, ada sedikit masalah karena data warga terdampak yang diberikan pemkab Karawang kepada Pertamina masih harus diseleksi kembali. Alasannya Pertamina hanya memproses nama-nama korban terdampak sesuai dengan NIK (nomer induk kependudukan).

Cellica juga meminta Pertamina dapat mengambil kebijakan yang adil dan proporsional dalam pemberian ganti rugi. Soalnya selain Karawang daerah lain seperti Bekasi, Jakarta dan Serang juga mendapat ganti rugi.

Warga terdampak di Kabupaten Karawang merupakan korban pertama dari bocoran minyak sebelum menyebar ke daerah lain. “Kompensasi itu harus di hitung secara proporsional karena kita lebih lama mengalami dampaknya,” katanya.

Menurut Cellica, meski terjadi perbedaan dalam menghitung dana kompensasi dia berharap segera mendapat titik temu, sehingga kemudian bisa segera disalurkan kepada masyarakat yang terdampak.

“Kami sedang mengurus ini sampai dana kompensasi untuk warga terdampak segera bisa dicairkan,” paparnya. (red)

Baca juga

Leave a Comment