Warga Karawang Mau Buat Topi atau Kaos? ke Desa Wancimekar Saja

KARAWANG-Bukan Bandung atau Jakarta, warga Kabupaten Karawang harus tahu pusat konveksi yang ada di dalam daerah, tepat nya di Desa Wancimekar Kecamatan Kotabaru. Maka tidak perlu jauh-jauh ke Bandung atau Jakarta jika ini membuat topi, kaos, kemeja seragam, jaket atau pun tas, karena semua bisa dilakukan di Desa Wancimekar.

Desa Wancimekar Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang merupakan salah satu pusat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bidang Konveksi yang memproduksi topi, kaos, kemeja, jaket dan tas. Bahkan konveksi menjadi salah satu sumber perekonomian utama bagi masyarakatnya.

Terdapat puluhan konveksi yang ada di Desa Wancimekar dengan jenis produksi yang berbeda. Meski di dominasi oleh konveksi yang memproduksi topi, namun produksi kaos, kemeja, jaket dan tas juga cukup besar.

Yana salah seorang pelaku UMKM Konveksi Topi di Desa Wancimekar mengatakan, ada dua jenis produksi yang dilakukan, yaitu produksi tetap dan produksi pesanan.

Produksi tetap yakni topi yang secara rutin di produksi. Jenis topi yang diproduksi bisa berbagai macam model. Hasil produksi rutin ini akan di jual ke grosir yang ada di Bandung dan Jakarta.

Produksi pesanan ada topi yang diproduksi dengan spek dan model khusus menyesuaikan dengan pesanan. Hasil produksi ini tidak dijual ke pasar secara umum.

“Pesanan belum banyak, tapi ada aja. Biasanya memasuki tahun politik seperti tahun ini banyak pesanan dari berbagai komunitas dan partai politik,” kata Yana.

Sementara itu, Solehudin pelaku UMKM Konveksi kaos mengaku lebih banyak memproduksi pesanan. Bahkan order yang ia dapatkan hingga dari luar negeri.

“Sampai saat ini lebih banyak produksi kaos pesanan dari komunitas atau partai politik. Pesanan dari partai politik di Indonesia dan ada juga dari Timor Leste serta Brunei Darussalam,” ungkap dia.

Secara kualitas hasil produksi konveksi di Desa Wancimekar ini mampu bersaing dengan Bandung dan Jakarta. Hal itu karena kualifikasi dari para pekerja (penjahit) tidak kalah dari pekerja garment (pabrik).(zak)

Baca juga