Nilai Investasi TMMIN di Karawang Paling Tinggi Dibanding Perusahaan Lain

Menteri Perindusterian Agus Gumiwang Kartasasmita saat meninjau pabrik mobil Toyota dalam acara ekspor perdana Kijang Innova Zenix di PT TMMIN Plant III, Karawang, Jawa Barat.

KARAWANG-PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menjadi perusahaan yang realisasi investasi terbesar di Kabupaten Karawang Jawa Barat pada tahun 2022.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karawang Eka Sanatha menyebut data investasi terbesar di kota lumbung padi itu berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) online.

“Yang terbesar itu Toyota (PT TMMIN),” kata Eka baru-baru ini.

Hanya saja, Eka enggan menyebut berapa besarannya. Di samping itu, pada triwulan ke tiga di tahun yang sama, realisasi investasi didominasi perusahaan yang berkaitan dengan kendaraan elektrifikasi.

DPMPTSP Karawang mencatat, jika ditotal dengan industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain, nilai realisasi investasi mobil listrik sebesar Rp 2,003 triliun. Itu hanya pada triwulan ketiga 2022.

Eka juga menyebut secara keseluruhan realisasi investasi di Karawang didominasi perusahaan manufaktur padat modal dan teknologi.

Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang menyebut total investasi Toyota Indonesia selama 50 tahun atau hingga 2022 sebesar Rp 77,9 triliun.

“Toyota juga berkomitmen menambah investasi sebesar Rp 7,1 triliun hingga 2026,” kata Agus pada sambutan seremonial ekspor perdana Kijang Innova Zenix di PT TMMIN Plant III, Karawang, Jawa Barat, Selasa (21/2/2023).

Kijang Innova Zenix Hybrid merupakan kendaraan elektrifikasi buatan Toyota Indonesia yang dilucurkan pada November 2022 lalu.

Pada kesempatan itu, Agus Gumiwang memuji Toyota Indonesia dalam beberapa hal. Dari mulai Toyota menyertai awal industrialisasi di Indonesia hingga komitmen perusahaan itu mengembangkan dan berinovasi selama 50 tahun.

“50 tahun itu bukan waktu yang pendek,” ujar dia.

Agus juga mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di antara negara anggota G20 menempati urutan kedua setelah India. Salah satunya ditopang industri manufaktur. Dimana Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur Indonesia selama 17 bulan berturut-turut berada di atas 50. Pada Januari 2023, PMI mencapai 51,3 poin.

Rekor tersebut sejalan dengan survei Indeks Keyakinan Industri (IKI) yang dilakukan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebagai komplementer PMI.

Indeks IKI pada Desember 2022 mencapai 50, 9 dan pada Januari 2023 mencapai 51, 54.

“Ini menunjukkan dunia manufaktur kita sedang betul-betul bergairah, menggeliat. Ini yang harus kita pertahankan,” kata Agus dalam seremonial ekspor perdana Kijang Innova Zenix di PT TMMIN Plant III, Karawang, Jawa Barat.

Agus mengungkapkan,sektor otomotif juga berkontribusi terhadap naiknya PMI di Indonesia. Di Indonesia ada 23 perusahaan kendaraan roda empat atau lebih. Kapasitas produksinya 2,35 juta unit per tahun.

Tenaga kerja yang terserap langsung sektor otomotif sebanyak 38.000 orang. Sedang yang tidak langsung sejumlah 1,5 juta tenaga kerja di sepanjang rantai nilai industri. Termasuk pada komponen otomotif yang dihasilkan industri kecil menengah (IKM).

Sehingga, menurutnya tidak  berlebihan dan patut jika pemerintah memberikan perhatian khusus kepada  industri otomoti yang pertumbuhannya sangat impresif pertumbuhannya sangat impresif.

“Manufaktur kendaraan roda empat nasional, saya sampaikan di sini seperti yang saya sampaikan tahun lalu di sini, telah berhasil menjadi pahlawan devisa,” kata dia.

Diketahui, ekspor kendaraan roda empat pada tahun 2022 mencapai 437 ribu unit, meningkat 60,7 persen dari 2021 sebanyak 294 ribu unit. Nilai ekspor kendaraan roda empat dalam dollar US juga dipastikan naik. Belum lagi ekspor komponen yang dalam catatan Kemenperin juga naik.

Karenanya, Agus menyimpulkan kinerja ekspor sektor otomotif berjalan sangat baik. Salah satunya Toyota Indonesia.(red)

Baca juga