Tipu Puluhan Pencari Kerja, Ibu Rumahtangga Diringkus Polisi

KARAWANG– RR (36), wanita warga Kelurahan Adiarsa, Karawang Barat kini tengah meratapi nasibnya. Ibu rumah tangga ini ditangkap polisi karena menipu puluhan pencari kerja.

Dengan dalih dapat menyalurkan pencari kerja ke berbagai perusahaan, RR mengutip uang dari para korbannya hingga puluhan juta rupiah. Namun, langkah sesat wanita muda itu terhenti, saat para korbannya mengadukannya melalui aplikasi Lapor Pajak Kapolres.

“Yang bersangkutan kami amankan setelah adanya aduan dari masyarakat yang dirugikan,” ujar Kepala Kepolisian Resor Karawang, Ajun Komisaris Besar Wirdhanto Hadicaksono, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres setempat, Kamis (27/7/2023).

Menurutnya, tindak penipuan dan penggelapan yang dilakukan tersangka RR sudah berlangsung satu tahun terakhir ini. Korbannya mencapai puluhan orang.

“Korban yang melaporkan sementara tercatat ada 10 orang. Mereka dimintai uang antara lima juta hingga delapan juta rupiah per orang,” ujar Wirdhanto.

Uang itu, lanjut Kapolres, diminta dengan dalih untuk biaya operasional penyaluran calon karyawan. Guna meyakinkan para korbannya, RR bahkan sempat melakukan tes medis terhadap korban di salah satu klinik kesehatan.

Namun setelah itu korban tidak pernah menerima informasi terkait diterima atau tidaknya bekerja di perusahaan tertentu. RR selalu mengelak saat ditanya mengenai progres lamaran kerja para korbannya.

Dijelaskan, korban yang mulai curiga terhadap tersangka, kemudian mencoba mencari tahu pangsung ke pihak perusahaan. Ternyata perusahaan tersebut tidak pernah melakukan rekrutmen karyawan apalagi melakukan tes medis.

Merasa telah tertipu, korban melaporkan perbuatan tersangka ke Polres Karawang. Tak lama berselang, tersangka RR diciduk guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. ” Tersangka dikenai Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” kata Kapolres.

Desiana (25), salah seorang korban yang dihadirkan dalam konferensi pers itu menyebutkan, dirinya menderita kerugian delapan juta rupiah akibat perbuatan RR. Awalnya di dijanjikan masuk kerja di perusahaan yang ada di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Namun, pekerjaan yang dijanjikan tersangka hingga kina tidak terealisasi. Bahkan tersangka salalu menghindar saat ditanya pekerjaan atau uang yang telah diserahkannya.

” Saya mengenal Teh RR di Cikarang saat mencari kerja. Dia menghampiri kami dan langsung menawarkan bantuan untuk menyalurkan kami ke sejumlah perusahaan,” ucap Desiana.(red)

Baca juga

Leave a Comment