
Sejumlah warga yang mengungsi di rumah keluarganya
CIANJUR – Sebanyak sembilan warga yang terdampak bencana longsor di Kampung Cirawa, Desa Kanoman Kecamatan Cibeber, Cianjur masih mengungsi di rumah keluarganya.
Bencana yang terjadi pada Rabu, (08/10) setelah diguyur hujan serta angin kencang selama satu jam, akibatnya terbing setinggi 20 meter longsor dan menewaskan sepasang suami istri, juga merusak tiga rumah warga.
BACA JUGA: Baru Menikah Empat Bulan, Pasutri Tewas Tertimbun Longsor di Cianjur
“Untuk sementara ini, sebanyak sembilan orang warga, dari dua Kepala Keluarga masih mengungsi di rumah keluarganya di sekitar lokasi kejadian,” kata Camat Cibeber Ali Akbar, Rabu, (09/10/2019).
Ia mengatakan, pihaknya masih menunggu keputuasan dari Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, terkait melakukan relokasi kepada sejumlah warga yang terdampak bencana longsor tersebut.
“Kemungkinan sejumlah warga bakal direlokasi ke tempat yang lebih aman, namun untuk kepastiannya kami masih menunggu keputasan dari BPBD Cianjur,” kata dia.
Ia menjelaskan, saat ini sejumlah petugas gabungan yang dibantu oleh beberapa warga saat ini sedang mengevakuasi barang berharga milik korban yang masih bisa diselamatkan.
“Sedangkan korban meninggal dunia yaitu Hendrik (21) dan istrinya Siti Masrufah (20), yang baru menikah empat bulan yang lalu telah dimakamkan tadi pada didekat rumah orang tuanya,” ucap dia.
Sementara itu, Sekertaris BPBD Cianjur, Sugeng Supriyatno mengatakan sementara ini petugas masih melakukan membersihan material longsor yang merusak tiga rumah warga.
“Sedangkan untuk warga para pengusi kami akan segera melakukan relokasi ke tempat yang lebih aman, namun masih menunggu laporan dari petugas di lapangan,” pungkasnya. (zie/naz)
