Sospol’s : Golkar Partai Modern Terbiasa Dengan Konflik

Pengurus DPD Golkar Karawang bersama Firlie Hanggoda (kiri).

KARAWANG-Adanya riak-riak konflik di internal jajaran pengurus DPD Golkar Karawang setelah munculnya keputusan DPP Golkar memberikan surat tugas sementara kepada Firlie Hanggodo sebagai bakal calon wakil Bupati Karawang periode 2020-2025 dinilai Social Policy dan Political Studies (Sospol’s) sebagai dinamika biasa di internal Golkar.

“Golkar itu partai modern yang sudah terbiasa dengan konflik. Mekanisme partai pasti akan berfungsi jika ada masalah-masalah yang muncul ke depan,” kata Direktur Sospol’s, Cecep Sopandi, kepada Prasastijabar.co.id, Minggu (22/3/2020).

Diakui Cecep, adanya keputusan DPP yang berbeda dengan hasil pleno DPD Golkar Karawang memang cukup dilema bagi partai Golkar. Tetapi dirinya yakin Partai Golkar punya pertimbangan sendiri dalam memutuskan.

Baca juga : Timi : Sebelum Janur Kuning Melengkung, Keputusan DPP dan Hasil Pleno Golkar Karawang Punya Hak Sama

“Kalau Golkar betul berkoalisi dengan PDIP ini akan menjadi dentuman yang cukup keras. Dentumannya itu akan memaksa seluruh partai politik mengkalkulasi ulang peta yang selama ini sudah terlihat jelas,” bebernya.

Menurutnya, hal itu juga bisa dilihat dari komunikasi politik Partai Nasdem dan PKS yang melakukan manuver dengan membuat Poros Perubahan.

Baca juga : Tetap Dukung Cellica, Putut Siap Dipecat Golkar

“Saya melihat kontestasi politik akan berjalan sangat kompetitif dan dinamis. Ya, kita harus akui kedua partai itu (PDIP dan Golkar) memiliki basis pemilh yang solid dan militan. Jika keduanya bersatu ini akan menjadi formasi yang sedap,” ujarnya.

Ia menilai, koalisi Golkar-PDIP tentu hal itu akan membuat Demokrat kerepotan, karena kalau tidak dapat mitra koalisi akan mengubur kesempatan Cellica maju. Jika Cellica tidak maju, pertarungan di Pilkada akan terbuka lebar. Persaingan akan semakin ketat.

Baca juga : DPD Golkar Karawang Siapkan Sanksi Tegas Bagi Pembelot Keputusan DPP

“Keputusan ada di Demokrat dan Cellica sendiri, saat ini masih terbuka ruang komunikasi sama PKS dan Nasdem. Namun, jika PKS dan Nasdem solid dengan poros perubahan, saya prediksi Cellica akan mengambil calon dari non parpol, entah dari birokrat atau praktisi,” tutupnya. (red).

Baca juga

Leave a Comment