Soal Miskin Ekstrem, Ketua DPRD: Bantah dengan Data

Ketua DPRD Karawang, Pendi Anwar

KARAWANG-Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Pendi Anwar mempertanyakan data bahwa Kabupaten Karawang masuk sebagai lima besar daerah miskin ekstrem di Jawa Barat (Jabar). Ia pun membantah pernyataan Wakil Presiden (Wapres) terkait hal tersebut dengan data yang ada di Kota Pangkal Perjuangan.

“Kita kaget juga mendengar apa yang disampakan oleh Pak Wapres kaitan bahwa Karawang termasuk dari lima kabupaten/kota di Jabar yang mengindikasikan kemiskinan ekstrem. Yang saya nggak habis pikir, data-data itu darimana?,” ujarnya, Senin (4/10/2021).

Ia memaparkan, selama ini DPRD juga kerap mempertanyakan kaitan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang.

“Pada 2020 IPM kita ada di angka 7,84. Kaitan dengan data kemiskinan yang ada di Karawang ada di angka 8,24 persen, kalau di ranking kan se Jabar, Karawang ada di posisi ke 15 dari 27 kabupaten/kota,” paparnya.

Pendi menambahkan, Perkapita Kabupaten Karawang juga sudah tinggi dengan mencapai lebih dari 11.000 US Dolar per tahun.

“Makannya bingung kalau Karawang adalah daerah yang mempunyai indikasi kemiskinan ekstrem,” kata dia.

Menurutnya, tidak fair jika data kemiskinan hanya berdasarkan data penerima bantuan sosial selama pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Apakah karena Karawang banyak mengeluarkan bantuan, sehingga dianggap masyarakat nya itu miskin. Dampak PPKM ini tidak melihat kaya atau miskin, karena semuanya terdampak. Jadi kalau indikatornya dari sana ini nggak fair,” ungkapnya.

Masih kata Pendi, untuk membantah miskin ekstrem harus dengan data juga.

“Sampaikan data-data ini kepada seluruh masyarakat Karawang, bahwa Karawang tidak seperti itu (miskin ekstrem). Ini loh data nya, IPM nya, Perkapita nya, apalagi data kemiskinan sudah jelas Karawang ada di posisi le 15 dari 27 kabupaten/kota di Jabar,” tandasnya.(Zaelani Ardika)

Baca juga

Leave a Comment