Diduga Rebutan Limbah Ekonomis, 2 Kelompok Massa Bentrok di Gerbang Kawasan Industeri

KARAWANG-Dua kelompok massa terlibat bentrok di gerbang pintu masuk kawasan industri Karawang International Industrial City (KIIC), Senin (4/9/21). Dalam peristiwa itu dua orang menderita luka akibat sabetan senjata tajam.

Polisi bertindak cepat segera mengamankan pelaku pembacokan dan pembubarkan keributan tersebut. Namun, kejadian itu kadung viral di media sosial yang disebarkan melalui IG.

Dari keterangan yang dikumpulkan dari beberapa sumber, bentrokan massa itu diduga dipicu perebutan limbah ekonomis dari kawasan industeri. Mereka diduga digerakan oleh pengusaha atau kelompok tertentu yang ingin menguasai pengelolaan limbah bernilai ekonomis.

Kepala Kepolisian Sektor Telukjambe Timur, Komisaris Oesman Imam Qomarudin membenarkan adanya peristiwa itu. Dia menyebutkan, telah mengamankan satu pelaku pembacokan.

“Satu pelaku keributan telah diamankan di Mapolres Karawang,” ujar Kapolsek singkat.

Berdasarkan keterangan saksi, bentrok dua kelompok massa itu terjadi ketika iring-iringan kendaraan bermotor dari massa yang menamakan diri Karang Taruna dan warga Desa Sukaluyu dihadang oleh kelompok massa lainnya di pintu gerbang kawasan industri KIIC.

Tidak terima dihadang, puluhan warga Sukaluyu itu adu mulut dengan kelompok penghadang hingga kemudian terjadi bentrok fisik. Awalnya, massa yang mengaku warga Desa Sukakuyu akan melakukan aksi unjuk rasa di PT. Acikiki di dalam kawasan KIIC.

Salah seorang saksi, Asep, menyebutkan, kelompok massa Karang Taruna saat itu akan masuk ke kawasan industeri KIIC. Namun baru sampai pintu gerbang kawasan sudah dihadang puluhan orang.

“Sejak pagi mereka sudah berkumpul di depan gerbang seperti menunggu. Begitu ada rombongan Karang Taruna mereka langsung bentrok,” katanya.

Akibat bentrokan ini, dua orang dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka parah akibat sabetan benda tajam. Sejumlah motor juga dirusak massa.

“Warga yang akan melintasi jalan kawasan industeri menjadi takut,” kata Asep. (Red)***

Baca juga

Leave a Comment