
Salah seorang Alumni SMAN 1 Cikampek menerima ijazah yang belum sempat diambil pasca lulus.
KARAWANG-Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cikampek memberikan ijazah yang belum sempat diambil sejak lulusan tahun 2017 hingga 2024 ke rumah para alumni. Dari 46 ijazah yang masih tersimpan di sekolah, sudah 23 ijazah diterima para alumni.
Kepala SMAN 1 Cikampek, Drs. H. Agus Setiawan MPd., mengatakan, menindaklanjuti surat dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat agar seluruh SMA di Jawa Barat memberikan ijazah yang masih tertahan atau belum diambil alumninya, pihaknya melakukan pendistribusian ijazah dengan diantarkan langsung ke rumah para alumni. Selain itu, ada juga alumni yang datang langsung ke sekolah setelah mendapat informasi dari pihak sekolah yang diumumkan melalui media sosial dan dihubungi langsung oleh pihak sekolah.
“Ijazah yang masih ada di sini (SMAN 1 Cikampek) bukan karena adanya tunggakan pembayaran, melainkan karena memang belum diambil oleh alumni. Sebelumnya ada 46 ijazah alumni 2017 hingga 2024. Setelah selama satu pekan kami antarkan ke rumah alumni, kini masih ada 23 ijazah lagi,” ujarnya, Senin (3/2/2025).
Ia menjelaskan, pihaknya sudah berusaha mengantarkan langsung ijazah ke rumah para alumni. Namun beberapa alumni yang sudah pindah rumah, sehingga ijazah belum dapat diberikan dan dibawa kembali ke sekolah.
“23 ijazah yang saat ini masih ada di sekolah, karena saat diantarkan ke alamat alumni, ternyata yang bersangkutan sudah pindah. Kami juga berupaya untuk menghubungi langsung, namun masih belum mendapatkan respon,” ungkap H. Agus.
SMAN 1 Cikampek juga berupaya melalui media sosial untuk mengumumkan bahwa alumni yang merasa belum mengambil ijazah agar segera datang ke sekolah. “Kami umumkan juga dimedia sosial. Termasuk melalui media massa ini. Kami berharap pengumuman ini sampai kepada para alumni yang belum mengambil ijazah agar segera dapat datang ke sekolah,” kata H. Agus.
Dari total 46 ijazah yang sebelumnya belum diambil oleh alumni SMAN 1 Cikampek, lulusan 2017 sebanyak 2 orang, 2018 sebanyak 8 orang, 2019 sebanyak 12 orang, 2020 sebangak 4 orang, 2021 sebanyaj 3 orang, 2022 sebanyak 11 orang, 2023 sebanyak 1 orang dan 2024 sebanyak 5 orang.
Saat ini sisa ijazah yang masih belum diambil yaitu, lulusan 2018 sebanyak 6 orang, 2019 sebanyak 7 orang, 2020 sebanyak 3 orang, 2021 sebanyak 2 orang, 2022 sebanyak 2 orang, 2023 sebanyak 1 orang dan 2024 sebanyak 2 orang.(zak)
